Mojoagung Langganan Banjir Sebulan 9 Kali, Upaya Pemkab Kurang Maksimal

Banjir menggenangi wilayah Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Mojoagung.(KabarJombang.com/ Istimewa).
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Banjir selalu saja menghampiri perumahan warga Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Ketika hujan mengguyur sejumlah wilayah di Jombang hingga beberapa jam, dipastikan Dusun/Desa di wilayah Mojoagung ini, terendam banjir akibat luapan sungai.

Baca Juga

“Hujan dua sampai tiga jam dipastikan ini meluap dan banjir. Karena air kiriman dari Wonosalam, akhirnya sungai gambiran – gunting meluap. Ini satu bulan sudah 9 kali banjir,” ungkap Setyorini salah satu warga.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Dikatakan, daerahnya adalah terdampak paling parah. Tepat di RT 4 RW 3 karena daerah paling rendah dan terdapat saluran air yang menghubungkan ke sungai.

“Sudah ada upaya normalisasi sungai, seperti pengerukan hingga di gronjong, tapi masih saja banjir melanda. Banjir kemarin malam (14/2/2021) paling parah menggenangi tiga RT,” katanya.

Menurutnya ketika banjir melanda, rumah dengan tingkat ketinggian paling bawah selalu terendam dan akibatnya listrik dipadamkan. Selain itu masyarakat Kademangan menangani banjir harus mendesain rumah masing-masing dengan menggunakan panggung atau (pogo).

“Kalau masih banjir terus gini, kami ya enggan menata barang.  Jadi kulkas ini ditaruh atas meja, barang lainya ditaruh diatas panggung. Kalau ada duit bikin dari kayu kalau yang gak ada duit ya bikin dari bambu,” ceritanya.

Selain itu pihaknya mengatakan kurang tanggapnya beberapa pihak terkait ketika banjir menghampiri desanya. Bahkan perhatian dari berbagai pihak terkesan menyepelekan karena sudah seringnya langganan banjir.

” Pas malam itu, relawan banjir mengevakuasi bagian luar saja, kita yang rumahnya di dalam gang seperti ini nggak ditengok. Perahu hanya lewat depan gang dan gak masuk,” keluhnya.

Terlebih sesudah banjir surut, warga sibuk untuk membersihkan lumpur. Secara otomatis, kata Setyorini warga belum bisa memasak karena kompor masih berada diatas.

“Yang kita dapatkan setelah banjir ini, yang kita dapatkan sebatas mie instan bungkusan,”pungkasnya.

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait