Meski Dilarang Mudik Lebaran, Akademisi Jombang: Orang Tetap Cari Celah

Kaprodi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Dr Junaedi. (Foto: ANggraini).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Kendati mudik 2021 dilarang, namun warga tetap mencari celah untuk bisa mudik dan kembali ke kampung halaman. Hal itu ditegaskan Kepala Program Bidang Studi (Kaprodi) Magister Ilmu Ekonomi Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Junaedi.

“Sekarang orang suka cari celah kan ya, dilarang pun tetap mudik. Itu saya yakin, apalagi mereka yang dari kota-kota terdeka,  misalnya ke Jombang hanya beberapa jam. Dan itu pasti akan ada aktivitas ekonominya,” kata Junaedi kepada KabarJombang.com, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga

Selain itu, lanjut Junaedi, dengan adanya larangan mudik 2021 ini. Tidak menutup kemungkinan jika tingkat mobilitas masyarakat tetap ada. Dan ia menyarankan agar masyarakat yang mungkin sudah mulai mudik untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kalau memang ingin belanja bagi mereka yang ingin menghabiskan uangnya. Beli aja produk-produk UMKM atau lokal. Karena multiplier effectnya itu akan lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, jika hal tersebut dikaitkan dengan ekonomi maka larangan mudik ini tentu secara otomatis akan berpengaruh dan berdampak terhadap perekonomian. Namun, dampak yang ditimbulkan tidak sebesar saat sebelum pandemi dan lebih baik sebelum tahun 2020 kemarin.

Dan ketika orang mudik tentu modal itu akan dibawa, seperti oleh-oleh ataupun ampau (bagi-bagi uang). Sehingga, saat adanya kegiatan pembelian oleh-oleh yang ada disekitar tempat tersebut aktivitas ekonomi (jual beli) akan turut bergerak.

“Nah, dengan adanya aktivitas tersebut kan dapat menggerakkan ekonomi yang ada di wilayah atau kampung mudik itu. Dan orang mudik itu kan tidak hanya diam di rumah selama satu minggu kan, pasti akan jalan-jalan ke luar atau berwisata,” ujarnya.

Dalam ekonomi, momen-momen seperti Ramadan, mudik, ataupun lebaran akan menambah jumlah uang yang beredar. Yang disebabkan karena adanya peningkatan permintaan dalam aktivitas ekonomi.

“Biasanya, di seputaran Ramadan, lebaran dan mudik itu pasti aktivitas ekonomi meningkat. Secara makro jumlah uang beredar kita itu sekitar 10 persen sampai 12 persen waktu belum ada pandemi Covid-19,” ungkapnya.

“Saya selalu optimis ya, cuma kalau ada jumlah peredaran uang lima persen saja. Menurut saya itu bagus lah. Tidak harus 10 persen atau 20 persen. Meski dilarang mudik  masih ada aktivitas,” tambahnya.

Lebih lanut Junaedi mentakan, meski aktivitas ekonomi saat ini terbatas. Namun tidak seperti saat awal pandemi Covid-19 lalu. Ia memprediksikan jika pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jombang secara kuartal pertama dan kedua di tahun ini akan positif dibandingkan tahun lalu.

“Kalau mungkin mudik itu dibuka, tidak ada larangan mudik, bisa tiga sampai empat persen pertumbuhan ekonomi itu, dalam kuartalan,” ujarnya.

 

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait