Kondisi Remaja Saat ini Berpotensi Krisis Moral

Tangkapan video sejumlah remaja sedang berdebat dan mengumpat satu sama lain, yang viral. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Kondisi remaja saat ini berpotensi alami krisis moral hingga belum mencapai kematangan emosional.Demikian itu ditesakan  Dosen Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Onny Fransinata Anggara.

Saat  ini, Jombang digemparkan sebuah postingan video beredar di media sosial Facebook, yang memperlihatkan sejumlah anak remaja yang sedang berdebat dan saling mengumpat satu sama lain.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

“Jika dikatakan apakah kita mengalami krisis moral. Maka bisa dikatakan kita memiliki potensi untuk mengalami hal itu jika tidak dilakukan langkah preventif. Salah satunya adalah dengan kegiatan penguatan dan pengembangan karakter, membiasakan remaja untuk terlibat dalam kegiatan yang memiliki positif vibe dengan rekan-rekan sebayanya,” ujar Onny kepada KabarJombang.com, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, saat ini segala bentuk informasi mudah untuk diakses. Sehingga membawa pengaruh terhadap karakter seseorang, khususnya bagi generasi muda. Dan karakter remaja juga perlu adanya perhatian dari semua pihak.

“Nah, kalau dikaitkan dengan Jombang Kota Santri, saya tidak bisa berkomentar banyak. Hanya saja, perlu diketahui karakter remaja itu menjadi perhatian semua pihak,” katanya.

Onny menjelaskan, bahwa sosok perempuan-perempuan dalam video yang berdurasi 21 detik itu nampak masih belia atau remaja. Dimana pada masa-masa remaja itu merupakan masa mereka mencari jati diri dan berusaha mendapatkan pengakuan dari lingkungan.

“Nah, dari ucapan dan perilakunya bisa dikatakan para remaja itu belum mencapai kematangan emosi,” ungkapnya.

Seorang remaja dikatakan telah mencapai kematangan emosi, ketika berhadapan pada suatu masalah. Ia dapat menilai secara kritis tanpa tergesa-gesa mengeluarkan emosinya terlebih dahulu.

Dimana pada situasi tertentu, ia mampu mengontrol emosinya di hadapan orang lain dan mampu melihat waktu yang tepat untuk mengungkapkan emosinya. Oleh sebab itu, keadaan yang semacam itu perlu menjadi refleksi bagi semua kalangan.

“Cara-cara itu seperti yang dapat diterima oleh norma. Baik norma kesopanan ataupun agama. Maka dari itu, keadaan yang semacam ini perlu menjadi refleksi bagi semua kalangan, baik orang tua, Kiai, dan juga pendidik. Karena kematangan emosi remaja juga merupakan tanggung jawab bagi orang-orang terkait,” paparnya.

Onny menambahkan, agar para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter sehat dan positif, perlu dilakukan sebuah upaya evaluasi. Khususnya terkait dengan pergaulan, pengawasan dan pemantauan dari orang-orang terdekat.

“Dengan kata lain, seorang remaja harus mencapai kematangan emosinya agar mampu mengendalikan emosinya dalam mengatasi masalah dengan lebih sehat,” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui sebuah postingan video yang memperlihatkan sekumpulan remaja yang berada disebuah tempat terbuka viral di media sosial beberapa waktu ini. Video tersebut diunggah oleh sebuah akun bernama Diego Paijo disalah satu group Facebook.

Postingan video tersebut juga memperlihatkan tujuh orang perempuan remaja, dua berjilbab hitam, sisanya tidak berjilbab, dan yang satu sebagai pengambil videonya. Selain itu, nampak tiga perempuan saling berdebat dan mengumpat satu sama lain, dan yang empat hanya menyaksikan.

 

 

 

 

Berita Terkait