Kirim Surat Permintaan THR ke Pengusaha, Lurah Jombatan Jombang Akui Salah

Lurah Jombatan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Kislan. (Anggraini).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Terkait surat permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) parsel lebaran yang ditanda tangani Lurah Jombatan, Kecamatan Jombang, yang sempat viral di media sosial. Lurah Jombatan, Kislan mengaku salah.

“Sebelum-sebelumnya saya itu tidak pernah buat surat. Ya, baru kali ini, jadi yang mengusulkan untuk buat surat itu ya dari salah satu perusahaan itu agar ada pertanggungjawabannya. Saya akui, saya salah dan sampai saat ini saya juga tidak dapat apa-apa,” kata Kislan kepada KabarJombang.com, saat ditemui di kantornya, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Kislan menceritakan, permohonan THR tersebut atas permintaan para pengusaha sendiri untuk membantu para tenaga honorer yang ada di Kelurahan Jombatan.

“Dan saya kemarin juga dipanggil Pak Camat Jombang untuk mencabut surat itu. Dengan peneguran secara tulis dan lisan bahwa tidak lagi mengulangi perbuatan itu. Jadi, suratnya sudah saya cabut tadi malam,” ujarnya.

“Kemarin itu ada lima pengusaha yang kami beri surat. Karena mereka itu baik dan kenal dengan saya gitu. Jadi, sebenarnya dari pemilik toko atau pengusaha sendiri itu tidak apa-apa,” imbuhnya.

Kislan kembali menegaskan, surat permohonan THR tersebut dibuatnya karena atas permintaan para pengusaha sendiri. Meski begitu, ia mengungkapkan jika belum menerima apapun dari para pengusaha tersebut sampai hari ini.

“Mungkin ada konspirasi atau apa, saya juga tidak tahu. Saya akui, saya disini sudah lama sejak tahun 2014. Jadi, lurah paling lama saya, tapi habis ini saya pensiun,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, kedepan pihaknya akan lebih selektif dan hati-hati lagi dalam hal surat menyurat. Kislan berharap agar tidak terjadi permasalahan lagi yang pada dasarnya pihak perusahaan sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kuncinya saya tidak menerima apapun, ya untungnya. Jadi, itu bermula dari permintaan salah satu pengusaha untuk membuat surat itu. Mohon maaf tidak saya sampaikan pengusahanya siapa-siapa,” paparnya.

Kislan menambahkan, jika lima pengusaha tersebut berasal dari peduduk Jombatan sendiri.

 

Berita Terkait