Keluarga di Jombang Makamkan Sendiri Pasien Corona, Satgas Covid-19 Dinilai Ceroboh

Keluarga pasien saat memakai APD hendak memakamkan pasien covid-19 di Mojoagung. Foto: Istimewa
Keluarga pasien saat memakai APD hendak memakamkan pasien covid-19 di Mojoagung. Foto: Istimewa
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Adanya keluarga yang terpaksa memakamkan sendiri jenazah pasien covid-19 di Desa Mancilan Kecamatam Mojoagung, Jombang, menjadi sorotan tajam sejumlah elemen masyarakat.

Koordinator Lembaga Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), Joko Fattah Rochim mengaku sangat menyesalkan kejadian itu. Dia menilai hal ini adalah kecerobohan tim satgas Covid-19 dan kurangnya koordinasi antaral daerah. Sebab, saat pemakaman tidak ada satupun petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) maupun Puskesmas yang hadir.

Baca Juga

Sementara, pihak rumah sakit telah memvonis pasien yang diketahui bernama Sarjo (55) positif covid-19. Jenazahnya pun diantar dengan sebuah sebuah ambulans dan telah dimasukkan kedalam sebuah peti.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

“Harusnya pemerintah kalau sudah menetapkan sebagai pasien covid meski hasilnya belum keluar, jangan seperti itu, kasihan keluarga panik, apalagi keluarga harus memakamkan sendiri, tidak ada APD tidak ada petugas dari BPBD maupun puskesmas, kesanya membiarkan, padahal jelas aturan dan tupoksi,” ungkapnya, Jumat (22/1/2021).

Pria yang akrab disapa Fattah ini juga menilai adanya potensi penyebaran virus yang cukup kuat jika pemakaman ini dilakukan oleh masyarakat umum. Terlebih, hasil tes pasien tersebut positif covid-19. Selain tak sesuai prosedur, hal ini sudah diluar kendali maupun ketentuan.

“Harusnya semua sudah dilaporkan Dinas Kesehatan muaranya kan disana, baik dari rumah sakit maupun puskesmas, mereka pasti tahu ada pasien dirawat di Mojokerto, jika pasien itu dalam pengawasan dan ada indikasi covid-19, jadi kalau meninggal juga tahu, tidak mungkin tidak ada laporan,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Sarjo (55) warga Desa Mancilan, Mojoagung meninggal saat dalam perawatan di Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Menurut pihak keluarga, Sarjo masuk rumah sakit karena mengalami stroke. Namun, setelah sehari dirawat Sarjo meninggal dunia dan dinyatakan positif covid-19, pada Kamis, 20 Januari 2021 pagi.

Ironisnya, pemakaman almarhum tidak sesuai prosedur penanganan covid-19, bahkan dilakukan oleh pihak keluarga sendiri dengan memakai APD (alat pelindung diri) seadanya.

Jenazah Sarjo diantar dengan sebuah mobil ambulans berplat nomor hitam tanpa adanya petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun pihak rumah sakit. Jenazah sudah dimasukkan ke dalam sebuah peti mayat dan tiba sekitar jam 13.00 wib di rumah duka.

Pihak keluarga sempat meminta memakamkan jenazah Sarjo tanpa APD. sejak jenazah datang. Namun, hal itu dilarang oleh beberapa petugas dari kepolisian dan TNI yang berada dilokasi. Para petugas meminta mereka memakai APD terlebih dahulu. Hingga akhirnya, sekitar 3 jam kemudian kurang lebih pukul 14.15 wib, jenazah Sarjo dimakamkan oleh pihak keluarga dengan memakai beberapa APD pemberian dari puskesmas dan mantel kresek.

INSTAGRAM

Berita Terkait