Jemaah Gagal Berangkat hingga Terlantar, Menhaj Sempat Tegur KBIHU Muslimat Jombang

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) saat diwawancarai di kediamannya PP Al Farros, Tebuireng Jombang. (Kevin Nizar)
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) saat diwawancarai di kediamannya PP Al Farros, Tebuireng Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau akrab dipanggil Gus Irfan menegur pengelola KBIHU Muslimat Jombang terkait persoalan keberangkatan sekitar 200 calon jemaah umrah yang menggunakan jasa PT Annisa Ahmada Travelindo.

Teguran tersebut disampaikan karena KBIHU Muslimat dinilai lalai dalam memilih dan mengawasi travel yang digunakan untuk memberangkatkan para jemaah.

Baca Juga

Gus Irfan menyampaikan hal tersebut saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Al Farros, Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Kamis (17/9/2026).

Ia menegaskan, dirinya belum berani menyimpulkan adanya keterlibatan KBIHU Muslimat dalam persoalan yang menimpa para jemaah.

Namun, ia menyebut terdapat aspek kelalaian yang perlu menjadi perhatian.

“Saya tidak berani mengatakan (terlibat), tapi kemarin jujur pengelola KBIHU Muslimat saya tegur,” kata Gus Irfan.

Teguran itu berkaitan dengan keputusan KBIHU menggunakan PT Annisa Ahmada Travelindo untuk memberangkatkan jemaah.

Menurut Gus Irfan, KBIHU yang mengoordinasikan ratusan jemaah seharusnya lebih cermat dalam memilih travel dan memastikan kemampuan travel dalam memberikan layanan kepada jemaah.

“Kalau yang tertipu ini ibu-ibu Muslimat yang di daerah-daerah, kampung-kampung, saya paham. Tapi sayangnya kurang well-educated, kenapa tertipu orang seperti ini?” ujarnya mengutip tegurannya kepada pengelola KBIHU.

Persoalan tersebut mencuat pada 29 Agustus 2026. Sekitar 200 calon jemaah umrah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang telah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Alun-alun Jombang. Namun, keberangkatan mereka tidak terlaksana sesuai jadwal.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang kemudian melakukan mediasi hingga para jemaah akhirnya dapat diberangkatkan beberapa hari kemudian.

Namun, pemberangkatan dilakukan secara bertahap dan tidak bersamaan seperti rencana awal.

“Seharusnya yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat bisa berangkat bersama, ternyata tidak bisa bersama karena ketidakprofesionalan dari travel ini,” kata Gus Irfan.

Masalah ternyata belum berhenti setelah para jemaah tiba di Arab Saudi. Sebagian jemaah disebut belum mendapatkan tiket kepulangan dan sempat tertahan selama beberapa hari.

Kemenhaj kemudian meminta agar jemaah mendapatkan akomodasi dan konsumsi selama menunggu tiket kepulangan.

Gus Irfan menyebut sebagian jemaah akhirnya dapat kembali ke Indonesia menggunakan tiket yang ia beli dengan biaya pribadi.

Sebanyak 53 orang disebut telah pulang pada Rabu (16/9/2026), disusul 29 orang pada Kamis (17/9/2026).

“Sudah pulang semua yang Jombang, tapi dengan biaya sendiri,” ujarnya.

Menurut Gus Irfan, kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi jemaah karena biaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab travel justru harus ditanggung pribadi.

Mengenai dugaan keterlibatan KBIHU Muslimat dalam persoalan tersebut, Gus Irfan memilih berhati-hati.

Ia mengatakan seluruh kemungkinan masih dipelajari oleh tim Kemenhaj.

“Insyaallah tidak terlibat, tapi itu kelalaian. Mudah-mudahan tidak terlibat. Semua kemungkinan-kemungkinan kita pelajari,” katanya.

Gus Irfan menyebut Tim Inspektorat dan Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Haji saat ini masih melakukan pendalaman terhadap persoalan PT Annisa Ahmada Travelindo.

“Saya cek di Jakarta, mereka sedang rapat khusus membicarakan PT Anissa Ahmada ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Gus Irfan mengungkap jumlah calon jemaah yang tercatat melalui PT Annisa Ahmada Travelindo mencapai hampir 4.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Jika rata-rata setiap calon jemaah telah membayar Rp30 juta, nilai dana yang harus dipertanggungjawabkan mencapai sekitar Rp120 miliar.

Karena itu, ia meminta calon jemaah yang masih terdaftar untuk tidak melanjutkan proses keberangkatan melalui travel tersebut.

“Saya sarankan nggak usah, nggak usah ke Anissa lagi. Kita upayakan kembalian, pengembalian,” tegasnya.

Gus Irfan juga mengingatkan KBIHU maupun masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga atau janji cepat berangkat ketika memilih travel.

Menurutnya, terdapat ribuan travel yang melayani masyarakat dan tidak semuanya memiliki kesiapan yang sama dalam memberangkatkan jemaah.

“Jangan sampai terperdaya oleh haji yang cepat berangkat, umrah yang murah. Hati-hati memilih travelnya, jangan sampai murah tapi tidak berangkat,” pungkas Gus Irfan.

Berita Terkait