Hadir di Jombang, Ida Fauziyah Sebut Potensi Santri Tidak Bisa Diremehkan 

Acara silaturahmi nasional santri vokasi 2023 dan rakornas BLK Komunitas 2023' di Ponpes Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Peterongan, Jombang. (Anggit).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Menuju Indonesia emas 2045, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah sebut santri dan pesantren tidak bisa diremehkan.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri silaturahmi nasional bertajuk ‘Silaturahmi Nasional santri Vokasi 2023 dan Rakornas BLK Komunitas 2023’ di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Peterongan, Jombang, Minggu (13/8/2023).

Baca Juga

Agenda yang dikemas dengan Job Fair, dimulai pada Sabtu (12/8/2023) ini digelar di pondok pesantren. Dalam job fair tersebut juga dipamerkan hasil karya BLK Komunitas yang memang sudah digagas sejak tahun 2011 – 2022.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini negara kita punya target dan mimpi besar, Indonesia emas 2045. Dimana Indonesia genap berusia 100 tahun,” ucapnya.

Dimana, kata dia melanjutkan, Indonesia ditargetkan menjadi negara maju. Banyak lembaga keuangan dunia yang meramalkan jika Indonesia akan mencapai negara maju lebih cepat dari yang diinginkan.

“Sebelum 2045 banyak yang meramalkan negara kita sudah bisa menjadi negara maju. Banyak hal yang harus kita siapkan, SDM, infrastruktur hingga karakter bangsa yang kuat. Kita tetap yakin dengan semangat kebersamaan kita mampu menghadapi tantangan, perubahan, yang orang meramalkan tidak mungkin,” katanya.

Namun, masih kata Ida, dengan kebersamaan, ia meyakini pasti ramalan tersebut akan mungkin terjadi. Hal itu juga didukung dengan jumlah angkatan kerja Indonesia yang kedepannya akan menjadi salah satu yang paling besar di Asia bahkan di dunia.

Meskipun memiliki jumlah angkatan kerja yang banyak, jumlah ini juga harus didukung dengan bonus demografi. Ada beberapa syarat untuk mencapai bonus demografi tersebut.

“Yakni, penduduk usia produktif kita harus punya kualitas dan sifat kompetitif untuk dapat bersaing. Maka tidak ada pilihan, kita harus memanfaatkan bonus demografi untuk mendorong target perekonomian Indonesia maju,” jelasnya.

Lebih lanjut Ida Fauziyah mengatakan, SDM di Indonesia memang harus terus diasah untuk dapat kompetitif. Selain mengasah SDM masyarakat umum, santri dan pesantren juga disebutnya punya peran penting dan tidak bisa diremehkan.

“Santri dan pesantren di Indonesia tidak bisa diremehkan, jumlah santri tahun 2020 mencapai 5 juta orang santri yang mukim dan yang tersebar di 28 ribu pondok pesantren. Itu belum menghitung santri yang tidak mukim dan santri di lembaga pendidikan Islam lain. Jika di total jumlahnya ada 18 juta santri di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Untuk mendukung pemberdayaan SDM unggul tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Perpres 68 tahun 2022 perihal Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Salah satu programnya adalah dengan membuat BLK Komunitas.

“Termasuk program terobosan pemerintah untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat dengan mendekatkan sarana dan prasarana pelatihan dengan masyarakat,” katanya.

BLK Komunitas disebutnya dapat memberikan bekal keterampilan teknis, produksi atau keahlian sesuai kebutuhan pasar bagi komunitas dari masyarakat sekitarnya dalam bekerja atau berwirausaha.

Untuk sebaran BLK Komunitas per 31 Desember 2022, ada sebanyak 3.757 BLK.

BLK Komunitas yang sudah mandiri ada 492, spesifikasi berkembang ada 1.534, dan yang spesifikasinya unggul ada 1.731.

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait