Fakta Keracunan Massal di Jombang, Penyebab Keracunan Hingga Pemilik Rumah Akan Diperiksa Polisi

Teks foto : Korban keracunan massal yang sedang dirawat di Puskesmas Kesamben (14/5/2022)./Karimatul Maslahah/
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Puluhan warga tiga RT di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi kotak berkat tahlilan.

Buntut dari keracunan massal itu, banyak warga dilarikan ke puskesmas serta rumah sakit di Mojokerto.

Baca Juga

Sementara, total korban terus bertambah hingga mencapai 50 orang.

Agar lebih memahami seputar kejadian tersebut, berikut fakta keracunan massal di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

1. Berawal dari Nasi Kotak Berkat Tahlilan

Keracunan diduga kuat berasal dari nasi kotak berisi telur bali, tahu serta mie yang dibagikan pada undangan acara tahlilan pada Rabu (11/5/2022) malam di rumah salah seorang warga.

Ada sekitar 50 nasi kotak yang disediakan pemilik rumah, dan dibagikan kepada undangan serta tetangga-tetangga. Diduga, kondisi makanan yang ada pada nasi kotak sudah tidak layak konsumsi, yang mengakibatkan setidaknya 50 orang mengalami keracunan setelah mengkonsumsinya.

2. Diduga Terkena Bakteri Salmonella

Dari hasil pemeriksaan, Dinkes Jombang telah mengambil sample butir telur yang belum di masak oleh pemilik rumah hajatan dan bekas muntahan dari salah satu korban keracunan massal.

“Kita yang ada hanya sampel dari telur yang masih mentah dan muntahan, semoga muntahan ini bisa kami periksa dan semoga ada obatnya. Kejadian awal sampai ada gejala ini lumayan panjang, mungkin sementara bakterinya adalah salmonella dan salmotokus, keparahan paling ya hanya mual dan muntah,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Haryo Purwono.

3. Pemilik Rumah akan Diperiksa

Kapolsek Kesamben, AKP Ahmad mengatakan selain mengamankan sampel telur, polisi juga bakal melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun tuan rumah.

“Kita akan periksa saksi-saksi maupun tuan rumah,” kata dia.

4. Gejala Keracunan Cukup Jelas

Dari banyak orang yang mengkonsumsi sajian tersebut, sekitar 50 orang kemudian merasakan gejala keracunan seperti mual, pusing, dan lemas setelah delapan jam. Kebanyakan kemudian dibawa ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat dengan menggunakan motor.

5. Pemilik Rumah Kaget

Pemilik rumah hajatan, Eka Puji Astuti (46) warga Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang, mengaku telah mencicipi olahan makanan yang akan diberikan kepada para tamu undangan dalam acara tahlilan pada hari Rabu (14/5) malam.

Ia mengatakan, dirinya merasa kaget dan prihatin atas kejadian keracunan massal yang disebabkan oleh makanan tahlilan yang telah dihidangkan olehnya.

Sebelum menyajikan ke kotak nasi, Eka mengaku telah mencicipi makanan tersebut termasuk bali telur yang diduga menjadi salah satu penyebab keracunan massal.

6. Dilarikan ke Puskesmas hingga RS

Puluhan korban keracunan massal akibat menyantap nasi kotak berkat acara tahlilan di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, harus dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit di Mojokerto untuk menjalani perawatan.

Sementara biaya pengobatan korban keracunan tersebut ditanggung oleh keluarga masing-masing. Belum ada bantuan dari pemilik rumah atau pemerintah kabupaten setempat.

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait