BARENG, KabarJombang.com- Kebakaran melanda rumah milik Edi Prasetio di Dusun Pulosari, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Senin (19/10/2026) pagi. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah berukuran 6 x 7 meter dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, melalui Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.30 WIB setelah terlihat kepulan asap dari rumah korban.
“Awalnya, warga melihat kepulan asap dari rumah milik Bapak Edi Prasetio sekitar pukul 09.30 WIB. Beberapa warga kemudian berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi api semakin membesar,” jelasnya.
Perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngoro sekitar pukul 09.40 WIB. Petugas segera meneruskan laporan kepada pimpinan dan memberangkatkan satu unit fire pumper truck serta satu unit supply truck menuju lokasi pada pukul 09.41 WIB.
Syamsul menjelaskan, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan. Upaya tersebut dilakukan hingga api berhasil dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman.
“Setelah menerima laporan, petugas Pos Damkar Ngoro langsung berangkat menuju lokasi dengan membawa satu unit fire pumper truck dan satu unit supply truck. Setibanya di lokasi, tim melakukan pemadaman dan pembasahan hingga penanganan dinyatakan selesai pukul 10.48 WIB,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pulosari, Nefi Ufus Solikah, menyebut korsleting listrik sebagai dugaan penyebab kebakaran tersebut. Ia juga memastikan tidak ada korban dalam insiden itu.
“Untuk penyebabnya diduga konsleting listrik, dan tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran tersebut,” ucapnya.
Proses penanganan kebakaran turut melibatkan Pos Damkar Jombang, Koramil, perangkat kecamatan, perangkat desa, PLN, Semar, Redkar Kabupaten Probolinggo, serta warga setempat. Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta.









