Diduga Akan Jual 50 Persen Saham, PT Annisa Ahmada Minta Blokir Dibuka

Kantor Travel PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup yang berlokasi di Jl. KH. Wahid Hasyim, Jombang, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com– PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup disebut diduga akan berencana menjual 50 persen saham perusahaan dan meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuka pemblokiran pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). Kepala Kantor Kemenhaj Jombang, Ilham Rohim, membenarkan pihak travel tersebut memang pernah mengajukan permohonan pembukaan blokir, meski hingga kini status pemblokirannya masih berlaku.

Sedangkan informasi mengenai rencana penjualan 50 persen saham disampaikan Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema. Menurutnya, Kemenhaj mensyaratkan seluruh hak jemaah diselesaikan sebelum pemblokiran perusahaan dibuka.

Baca Juga

“Updatenya PT Annisa diduga akan jual 50 persen sahamnya, dan minta Kemenhaj untuk membuka blokirnya. Tapi pihak Kemenhaj juga minta syarat, blokir dibuka asal hak-hak jemaah diselesaikan semua termasuk jemaah yang beli tiket kepulangan dengan biaya sendiri,” ujar Ning Ema saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Ia mengungkapkan, pihak travel berjanji akan mengganti biaya tiket kepulangan yang sebelumnya dibeli secara mandiri oleh jemaah.

“Jadi semua akan diganti,” lanjutnya.

Sementara itu, bagi jemaah yang masih ingin berangkat umrah, pihak travel disebut berjanji segera memberangkatkan mereka.

“Kecuali jemaah yang tetap minta berangkat, dia juga janji akan segera diberangkatkan,” imbuhnya.

Terkait kepastian penyelesaian hak jemaah, Ning Ema mengatakan KBIHU Muslimat NU Jombang masih menunggu undangan dari Kemenhaj untuk membahas persoalan tersebut.

Ning Ema menegaskan hingga saat ini pihak travel PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup belum mencicil tagihan kepada KBIHU Muslimat NU Jombang.

“Belum,” singkatnya.

Sementara itu, Ilham Rohim mengatakan, berdasarkan informasi dari Kemenhaj pusat, pemblokiran Siskopatuh terhadap PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup masih berlaku. Ia membenarkan perusahaan tersebut pernah mengajukan permohonan pembukaan blokir.

“Info dari Kemenhaj pusat, masih diblokir Siskopatuhnya. Dan memang pernah mengajukan buka blokir kepada Kemenhaj. Sarannya agar memenuhi hak jemaah,” ujar Kepala Kantor Kemenhaj Jombang, Ilham Rohim saat dikonfirmasi terpisah.

Ia mengungkapkan pihak tervel hingga saat ini belum memenuhi hak-hak jamaah. Selain itu, Kemenhaj Jombang telah dua kali memanggil pihak PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun, pihak travel belum memberikan respons.

“Sudah dipanggil dua kali, tidak ada respons pihak travel Annisa,” ucapnya.

Menurut Ilham, Kemenhaj Jombang masih akan melayangkan satu kali panggilan lagi. Jika tetap tidak mendapat respons, pihaknya akan membuat berita acara sebagai bahan laporan kepada Kemenhaj tingkat provinsi.

“Masih kurang satu kali panggilan. Setelah itu dibuatkan berita acara sebagai bahan laporan ke provinsi,” jelasnya.

Terkait informasi rencana penjualan 50 persen saham PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup, Ilham mengaku belum mengetahuinya.

Hingga berita ini selesai ditulis, Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup, Erni Khairunnisa atau Ning Nisa, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi mengenai rencana penjualan saham dan permintaan pembukaan blokir tersebut.

Sebelumnya, KBIHU Muslimat NU Jombang mencatat sebanyak 74 jemaah harus membeli tiket kepulangan secara mandiri. Jumlah tersebut terdiri atas 71 jemaah dari rombongan KBIHU Muslimat NU Jombang dan tiga jemaah di luar rombongan.

Terdapat 11 jemaah yang tidak mampu membeli tiket kepulangan secara mandiri. Biaya tiket mereka terlebih dahulu ditalangi menggunakan uang pribadi Ning Ema.

Atas biaya tiket yang dibeli secara mandiri, KBIHU meminta penggantian sebesar Rp7,2 juta per jemaah. KBIHU juga meminta pengembalian uang pribadi Ning Ema yang digunakan untuk membiayai kepulangan 11 jemaah tersebut.

Berita Terkait