Debit Air Sungai Brantas Meningkat, Penambang di Kesamben Tetap Berlayar

Aktivitas perahu penyeberangan di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Minggu (10/1/2021). (Foto: Anggraini)
  • Whatsapp

KESAMBEN, KabarJombang.com – Meningkatnya debit air Sungai Brantas di musim penghujan, tak menyurutkan tekad penambang tetap melakoni jasa penyeberangan. Ini seperti di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

“Kalau hujan ya tetap lanjut, tidak libur. Tapi ya gitu agak sepi. Meski banjir pun kita tetap jalan,” ujar Sunadi (57) kepada KabarJombang.com, di sela-sela ia mengendalikan perahunya, (10/1/2021).

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Sejauh ini, keberadaan perahu penyeberangan Sungai Brantas, memang sangat membantu warga untuk mencapai tempat tujuan, yakni ke wilayah Kecamatan Kudu, Kecamatan Ngusikan, atau sebaliknya yakni ke wilayah kecamatan Kesamben. Selain hemat waktu, juga hemat biaya transportasi.

Hanya saja, tingkat risiko meningkat kala debit air Sungai Brantas tinggi seperti musim penghujan saat ini. Pasalnya, perahu ini belum difasilitasi sarana keamanan bagi pengguna jasa.

Sunadi mengaku bekerja sebagai penambang sejak 5 tahun lalu. Ia mulai berjibaku dengan perahunya mulai pukul 10.30 WIB hingga 15.00 WIB. Berbekal pengalaman cukup lama jadi penambang itulah, ia tak ingin enak-enakan libur meski debit air Sungai Brantas meninggat.

“Saya jadi penambang sudah 5 tahun, kalau kerja ya setiap hari, tapi sif-sifan. Ini tadi saya mulai bekerja dari jam 10.30 WIB hingga 15.00 WIB nanti,” katanya.

Sekali menambang, ia memasang harga jasa sebesar Rp 2 ribu per motor. Ia mengaku perahunya mampu membawa muatan sepeda motor plus orangnya, maksimal 15 unit.

Senada dengan Suparman (57), salah satu penambang lain yang juga menggantungkan hidupnya selama belasan tahun dengan menambang di Kesamben ini.

“Saya kerja jadi penambang sudah belasan tahun, ya di Kesamben ini,” kata Suparman.

Ia juga mengungkapkan, meski musim hujan aktivitas tambangnya tetap buka dan melayani para penyeberang yang hendak melanjutkan perjalanannya agar sampai tujuan.

“Kalau harga jasanya sama, Rp 2 ribu per motor. Perahu saya, maksimal sepuluh sepeda motor beserta orangnya,” katanya.

Ia juga mengatakan tidak libur bekerja menambang, karena untuk mencari rezeki. Meski saat ini, pemakai jasanya menurun dibanding saat musim kemarau. “Kecuali ada polisi yang datang terus nyuruh kita libur, ya kita libur,” ungkap Suparman.

Aktvitas perahu penyeberangan di Kesamben ini non-stop alias 24 jam dengan 4 sif. Sedangkan hari ini, Suparman mengatakan mulai bekerja sedari pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Berita Terkait