PLANDAAN, KabarJombang.com – Sebanyak 11 siswa SDN Purisemanding 1, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, mengalami keluhan mual hingga muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).
Para siswa tersebut sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Plandaan. Setelah menjalani pemeriksaan dan observasi, seluruh siswa diperbolehkan pulang karena kondisinya berangsur membaik.
Kepala Puskesmas Plandaan, dr. Zusvina Aida Fitria, mengatakan keluhan yang dialami para siswa didominasi mual dan muntah. Saat diperiksa, kondisi mereka sudah membaik dan tidak lagi mengalami keluhan tersebut.
“Sudah semua pulang. Kondisinya baik, ceria semua,” kata Zusvina.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada. Ia memastikan tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan inap di fasilitas kesehatan.
Menurut Hexawan, para siswa hanya menjalani pemeriksaan dan observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Setelah dinilai stabil, mereka diperbolehkan kembali ke rumah.
“Diperiksa, diobservasi. Kondisinya bagus, sudah tidak mual-mual, mau makan dan minum banyak, ya dipulangkan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Jombang belum menyimpulkan penyebab munculnya keluhan tersebut. Dugaan bahwa mual dan muntah berkaitan dengan menu MBG, termasuk susu yang dikonsumsi siswa, masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Hexawan mengatakan petugas telah mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Secara pasti kita belum tahu. Nanti menunggu hasil lab dan lain-lain,” jelasnya.
Tim Dinkes Jombang juga turun langsung ke SDN Purisemanding 1 dan dapur SPPG Plandaan. Petugas mengambil sampel susu, seluruh menu makanan yang disalurkan dalam program MBG, serta sampel air dari sekolah dan dapur SPPG. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sumber keluhan yang dialami para siswa.
Pasalnya, jumlah siswa yang mengalami mual dan muntah hanya 11 orang. Sementara itu, jumlah penerima manfaat MBG dari SPPG Plandaan mencapai sekitar 1.615 orang.
Dinkes juga mencatat sekolah lain yang menerima distribusi MBG dari SPPG Plandaan sejauh ini belum melaporkan adanya keluhan serupa.
“Penerima manfaatnya harusnya 1.615. Tapi kenapa cuma 11, itu yang masih kita telusuri,” ungkap Hexawan.
Selain memeriksa makanan dan minuman dari program MBG, Dinkes Jombang juga belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan siswa mengalami mual dan muntah.
Hexawan mengatakan pola konsumsi masing-masing siswa perlu ditelusuri. Sebab, siswa tidak hanya mengonsumsi makanan yang disediakan sekolah.
“Masih belum dipastikan. Bisa saja dia jajan atau apa,” katanya.
Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.
Sementara itu, Aslap SPPG Plandaan, Suganda, membenarkan bahwa dapur SPPG yang dikelolanya menyalurkan menu MBG ke SDN Purisemanding 1 pada Kamis (24/9/2026).
Selain SDN Purisemanding 1, makanan juga didistribusikan ke sejumlah sekolah lain. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya keluhan serupa dari penerima manfaat di sekolah lain.
“Yang jelas, hari ini kami memang menyalurkan ke SDN Purisemanding 1 Plandaan. Selain itu juga ke sekolah lain dan tidak ada masalah,” kata Suganda.
Adapun menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri atas nasi kuning, telur bumbu Bali, tumis wortel dan buncis, buah kurma, serta susu.
Mengenai adanya 11 siswa yang mengalami mual dan muntah, Suganda mengatakan pihak SPPG belum mengetahui penyebabnya.
Pihaknya akan melakukan evaluasi internal sambil menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran yang dilakukan Dinas Kesehatan Jombang.
“Kami tidak tahu dari mana. Yang jelas kami akan evaluasi lagi dan menunggu hasil pemeriksaan dari Dinkes Jombang,” pungkasnya.









