Pengeroyokan Tiga Bersaudara, Korban Tolak Dituduh Sedang Pesta Narkoba

Korban pengeroyokan Qoiron Sandy, saat ditemui di RSUD Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, (kabarjombang.com) – Qoiron Sandy Tyas (22), Alfian Ilyas (20) serta Reza Eliandani (19) tiga bersaudara asal Desa Gadingmangu Kecamatan Perak, masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, pasca pengroyokan yang terjadi Jumat (27/11/2015) malam lalu.

Namun demikian, Qoiron Sandy, bek kiri Persis Solo secara umum telah dalam kondisi lebih baik jika dibanding dengan dua saudaranya yang masih menjalani perawatan.

Baca Juga

Sandy juga menyayangkan tuduhan yang berkembang yang menyebut penyerangan terhadap mereka bertiga, berlatar belakang ketiganya sedang menggelar pesta narkoba di rumah. “Alhamdulillah saat kondisi saya lebih baik. Cuma ya masih pusing dan masih terasa nyeri. Yang saya sayangkan, soal kabar kalau pengroyokan terhadap kami bertiga karena kami sedang pesta narkoba,” kata Qoiron Sandy, ditemui di koridor depan ruang Paviliun Asoka RSUD Jombang, Senin (30/11/2015).

Dia menuturkan, saat itu sekitar pukul 21.00 WIB, dirinya yang sedang nonton pertandingan bola di dalam rumah, tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan minta tolong dari Alfian Elyas, adik Sandy. “Saya ini sedang istirahat setelah opname beberapa hari di rumah sakit. Tiba-tiba terdengar terikan minta tolong dari adik saya yang berkata mas tolong, aku ditawur (dikeroyok), bu tolong aku ditawur,” kata Sandy menirukan teriakan adiknya malam itu.

Sontak terikan adik kandungnya itu membuat Sandy berlari keluar rumah. Mantan pemain Persik U-21 ini melihat adiknya dipukuli empat orang yang tak lain tetangganya sendiri. “Saya berusaha melerai dan menanyakan masalahnya apa. Tapi salah satu pelaku memukul hidung saya. Kemudian, ada lagi yang memukul dari arah belakang pas di kepala saya,” aku Sandy sembari menunjukkan bekas luka di hidungnya.

Pengeroyokan itu terhenti setelah Alfian yang sebelumnya lari ke dalam rumah, keluar membawa alat pemukul. Para pelaku pun kabur meninggalkan rumah korban. Sandy yang masih emosi lantaran dianiaya tanpa alasan, mendatangi pos kamling tempat para pelaku berkumpul tak jauh dari rumahnya.

Ternyata di tempat itu, pesepak bola dengan nomor punggung 77 itu sudah ditunggu 4 pelaku dan belasan warga. “Di pos kamling saya dikeroyok lagi sama empat pelaku yang datang ke rumah. Saya dipukuli sampai hampir pingsan. Darah keluar dari hidung saya,” kata Sandy menambahkan.

Beruntung kakak tertuanya, Rahmat Sugianto (42) yang mendengar ada keributan, segera datang menolong. Dia pun dibonceng dengan motor ke kantor Polsek Perak. Setelah melapor, Sandy diantar polisi ke Puskesmas Perak untuk menjalani perawatan.

Petaka bagi Reza Eliandani (19) yang masih berada di lokasi. Adik kandung Sandy itu menjadi sasaran para pelaku saat lewat di dekat pos kamling sesaat setelah Sandy dikeroyok. “Reza dipukul pakai paving blok tepat di wajahnya. Kemudian tubuhnya dihantam dengan sepeda angin. Tidak hanya itu, tubuhnya juga diseret,” jelasnya.

Aksi pengeroyokan itu terhenti setelah anggota Polsek Perak datang ke lokasi. Polisi pun merujuk Reza ke Pusekesmas Perak untuk menjalani perawatan. Polisi juga mengevakuasi Alfian, Chaida (59) ibu korban, dan Muhammad Elyasin (70) ayah korban, ke Puskesmas Perak.

Tak puas menganiaya korban, diduga 4 pelaku memprovokasi warga sekitar untuk menyerang rumah keluarga Sandy. Puncaknya, sekitar pukul 23.00 WIB, massa menyerang 3 rumah serta sebuah bengkel tambal ban milik keluarga Sandy. Aksi penjarahan juga terjadi. “Selain surat-surat berharga dan uang Rp 3 juta, sepatu sepakbola saya juga hilang,” imbuhnya

Sandy berharap, kasus pengroyokan disertai pengerusakan rumah dan penjarahan barang yang dialaminya dapat segera ditangani polisi seadil-adilnya. “Kalau saya dituduh terlibat narkoba, saya siap di tes urin. Semoga polisi bertindak adil atas kasus yang dialami kami sekeluarga,” pungkas Sandy.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Hidayat, dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus pengroyokan dan pengrusakan ini mengatakan jika penanganan tetap dilakukan bersama Polsek Perak. “Penanganan terus berjalan dan Satreskrim memback up penuh kasus ini,” kata Wahyu Hidayat, melalui ponselnya. (ari)

INSTAGRAM

Berita Terkait