Pengaduan Publik

Hartono Dicopot dari Jabatan Kepala Bapperida Jombang ? Rapat Terbatas KPRI Sejahtera Dikecam

JOMBANG, KabarJombang.com – Polemik KPRI Sejahtera Jombang terus bergulir. Di tengah belum tuntasnya persoalan pencairan simpanan anggota, kini muncul kabar bahwa Ketua KPRI Sejahtera yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Jombang, Hartono, dinonaktifkan dari jabatannya.

Informasi tersebut beredar di kalangan internal anggota koperasi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Jombang mengenai kebenaran kabar tersebut.

Di tengah situasi itu, mekanisme rapat KPRI Sejahtera juga menuai pertanyaan. Koperasi menjadwalkan rapat organisasi dan usaha pada Selasa (4/8/2026). Namun, undangan rapat disebut hanya ditujukan kepada ketua kelompok anggota.

Berdasarkan surat bernomor 37/1102/25/5.25/VIII/2026, rapat dijadwalkan berlangsung pada Selasa (4/8/2026). Surat tersebut ditandatangani Ketua I Hartono dan Sekretaris Rahmat Junaidi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari sejumlah anggota, terutama terkait dasar pembentukan ketua kelompok dan sejauh mana anggota dilibatkan dalam pembahasan persoalan koperasi.

Salah seorang anggota KPRI Sejahtera berinisial AD mengaku tidak pernah mengetahui adanya pembentukan ketua kelompok sejak dirinya menjadi anggota koperasi.

“Yang saya pertanyakan, sejak kapan ada ketua kelompok? Semenjak saya menjadi anggota, tidak pernah ada pembentukan ketua kelompok. Seharusnya seluruh anggota diundang, bukan hanya perwakilan, karena persoalan ini sangat serius,” kata AD kepada KabarJombang.com, Senin (3/8/2026).

Menurut AD, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang hadir dalam rapat. Yang lebih penting, kata dia, adalah keterbukaan mengenai kondisi koperasi, terutama menyangkut simpanan anggota yang hingga kini menjadi perhatian.

“Jangan sampai persoalan yang menyangkut dana anggota justru dibahas secara terbatas. Anggota memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka kondisi koperasi,” ujarnya.

Aliansi LSM Minta Keuangan Koperasi Dibuka

Sorotan terhadap mekanisme rapat KPRI Sejahtera juga datang dari Aliansi LSM Jombang yang selama ini mengawal persoalan koperasi tersebut.

Penasehat Aliansi LSM Jombang, Wibisono, meminta ketua kelompok yang menghadiri rapat tidak hanya membahas agenda organisasi dan usaha. Menurutnya, kondisi keuangan koperasi harus menjadi salah satu pokok pembahasan.

“Menanggapi surat undangan koperasi kepada ketua kelompok anggota KPRI, kami meminta kepada ketua kelompok yang hadir agar tegas dan fokus mengoreksi keuangan,” kata Wibisono.

Ia menilai rapat tersebut semestinya dapat menjadi momentum untuk membuka kondisi keuangan koperasi secara transparan kepada anggota, bukan justru menimbulkan pertanyaan baru mengenai mekanisme pengambilan keputusan.

Wibisono juga meminta anggota mengambil sikap apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan bukti adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan koperasi.

“Apabila ternyata telah terjadi penyelewengan keuangan oleh pengurus, kami minta seluruh ketua kelompok berani tegas dengan mosi tidak percaya kepada pengurus dan selanjutnya dilakukan pembekuan kepengurusan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut semakin menambah sorotan terhadap tata kelola KPRI Sejahtera. Persoalan yang berkembang kini bukan lagi sebatas keluhan mengenai pencairan simpanan anggota, tetapi juga menyangkut transparansi keuangan dan pertanggungjawaban pengurus.

Kabar Penonaktifan Hartono Masih Tanda Tanya

Sementara itu, informasi mengenai penonaktifan Hartono dari jabatan Kepala Bapperida Jombang hingga kini belum mendapatkan kepastian.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, Anwar, telah dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. Termasuk informasi bahwa posisi Kepala Bapperida disebut akan diisi sekretarisnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Namun, Anwar hanya memberikan jawaban singkat ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. “Belum,” jawabnya.

KabarJombang.com juga masih berupaya meminta konfirmasi kepada Bupati Jombang Warsubi terkait kebenaran informasi mengenai penonaktifan Hartono.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jombang maupun Hartono mengenai kabar tersebut.

Di tengah polemik KPRI Sejahtera, setidaknya ada dua pertanyaan yang masih membutuhkan jawaban.

Pertama, benarkah Hartono dinonaktifkan dari jabatan Kepala Bapperida Jombang? Kedua, mengapa pembahasan mengenai koperasi yang menyangkut kepentingan seluruh anggota justru dilakukan melalui rapat yang hanya mengundang ketua kelompok?

Kejelasan atas dua persoalan tersebut penting disampaikan secara terbuka agar polemik KPRI Sejahtera tidak semakin berkembang menjadi spekulasi dan menambah keresahan di kalangan anggota.(Slamet Wiyoto)

Leave a Comment
Share
Published by
Redaksi