Klarifikasi perwakilan mediator tanpa perusahaan travel di Polres Jombang. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang – Ratusan calon jemaah umroh di Jombang yang gaduh akibat nyaris gagal berangkat ke tanah suci akhirnya bisa sedikit bernafas lega setelah pihak travel memastikan mereka bisa terbang secara bertahap mulai sore ini.
Kepastian ini terungkap pasca mediasi yang berlangsung di Polres Jombang yang melibatkan pihak travel, polisi, perwakilan jemaah dan seorang mediator.
Meski begitu, keberangkatan mereka tidak serta merta mulus. Sebab pihak travel PT Annisa Achmad Travelindo disebut meminta biaya tambahan lagi kepada calon jemaah.
Besaran biaya tambahan itu bervariasi antara Rp3-5 juta. Salah satu sumber keluarga jemaah berinisial A mengaku jika sore ini keluarganya akan berangkat melalui titik penjemputan di Masjid Moeldoko Bandarkedungmulyo. Ia dimintai biaya Rp3 juta tanpa penjelasan apapun dari manajemen travel.
“Sudah klir, ini tadi anak-anak ibuk sudah dapat konfirmasi nanti sore berangkat cuman 30 (orang, red) nunggu yang lain menyusul, ditunggu di arabnya,” ungkap A, Minggu (30/8/2026).
A mengaku tidak mengetahui untuk apa uang tambahan tersebut. Bahkan, mereka juga tidak diberikan kwitansi. Hanya saja keluarga memilih untuk membayarkannya agar ibu mereka bisa segera beribadah.
“3 juta tapi tidak ada nota. Sudah (dibayar, red) tapi dititipan di ketua kelompok /apa gitu,” tambahnya.
Hal senada sebelumnya juga disampaikan Widi. Dua jemaah anggota keluarga juga diminta membayar biaya tambahan sebesar Rp5 juta. Sehingga total yang mereka bayar sekitar Rp33 juta per orang, termasuk tambahan Rp5 juta yang disebut sebagai penyesuaian harga tiket pesawat.
“Per orang membayar kurang lebih Rp33 juta, soalnya ada tambahan Rp5 juta per orang. Katanya harga aftur naik,” ujarnya.
Klarifikasi Tanpa Perusahaan Travel
Sementara, perwakilan mediator, Ema Umiyyatul Chusnah (Ning Ema) yang dalam sebuah video klarifikasi menyebut sebagai perwakilan KBIH muslimat NU mengungkapkan hasil mediasi yang mencapai kesepakatan antara jemaah dan perusahaan travel.
Rekaman Ning Ema berdurasi 1 menit 7 detik yang dibuat di ruang Satreskrim Polres Jombang itu menjelaskan bahwa perusaahan travel bertanggung jawab sepenuhnya dan ratusan orang dipastikan bakal berangkat menuaikan ibadah umroh secepatnya.
“Kami dari KBIH-KBIH Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Jombang, alhamdulillah, pada pagi hari ini kami sudah melaksanakan kesepakatan dengan pihak travel PT Annisa Ahmada dan telah disepakati bahwa seluruh jemaah umroh berjumlah 196 jemaah, semuanya akan diberangkatkan secepatnya, insyaallah.”
“Dan mohon doanya, dan kami juga mohon maaf, semoga ibadah kami bisa berjalan dengan lancar dan umroh kami juga diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kegiatan ini bertempat di Satreskrim Polres Jombang, insyaallah,” tandasnya.
Polisi Sebut Salah Paham
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra menjelaskan jika kedua belah sudah menyepakati keberangkatan akan dilakukan secara bertahap.
“Tidak dilaporkan, jadi sudah ada kesepakatan bahwa dari travel siap memberangkatkan seluruh jemaah, diberangkatkan step by step, sudah dimediasi, sudah clear,” ungkapnya.
AKP Magribi juga menyebut ada kesalahpahaman yang terjadi antara calon jemaah umroh dengan pihak travel. Namun kasus tersebut sudah berhasil diredam.
“Dari travel ingin memberangkatkan step by step dari jemaah inginnya berangkat sama-sama, intinya mis komunikasi saja, tapi sudah clear, untuk kapan pemberangkatannya itu kesepakatan dengan kedua belah pihak,” tandasnya.
Seperti diberitakan, rencana keberangkatan sekitar 200 calon jemaah umrah di Jombang pada Minggu (30/8/2026) dini hari sempat diwarnai kericuhan di Masjid Agung Baitul Mukminin akibat pembatalan sepihak dan informasi bahwa hanya 40 orang yang bisa diberangkatkan hari itu.
Ratusan orang yang menunggu berjam-jam tanpa kepastian dibuat resah karena harapan besar mereka untuk beribadah umroh nyaris kandas.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada manajemen utama travel masih belum membuahkan hasil. (Wahyu/Tar)
Leave a Comment