Pemosting Klarifikasi Soal Ambulans Tak Mau Antar Warga, Kades Sengon Sebut Warga Perak

Tangkapan layar dua postingan akun Agus Sukirno terkait ambulans Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, sebelum dan sesudah klarifikasi.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebuah postingan akun Agus Sukirno di grup Facebook Info Lantas dan Kriminal Jombang, terkait mobil siaga Desa Sengon, Kecamatan/Kabuapaten Jombang, yang dikabarkan tidak mau mengantar warga sakit, bikin heboh warganet.

Sekitar pukul 12.00 WIB, akun Agus Sukirno ini menulis narasi menceritakan, ada seorang ibu yang mencari bantuan mobil ambulans (mobil siaga desa (MSD) untuk mengantarkan suaminya ke rumah sakit ditolak, dengan alasan takut kalau sakit Corona. Postingan ini kemudian, dihapus.

Baca Juga

“Terus ibu ini datang atau telepon Polres Jombang dan meminta bantuan pak polisi untuk mencarikan ambulance dan pak polisi telepon ambulance saya dan saya meluncur ke rumah sang ibu tadi sampek dirumah, saya masuk kamar sang suami ibu ini gak sadarkan diri langsung saya naikan ambulance saya bawa ke RSUD saat di depan UGD suami ibu ini meninggal dunia langsung saya pulang ke rumah duka di sengon,” tulisnya, yang dari narasinya ini, pengunggah merupakan seorang sopir ambulans.

Setelah postingan heboh, akun Agus Sukirno mengklarifikasi di grup yang sama. Isinya, menyampaikan permohonan maaf kepada perangkat desa atas informasinya yang disebarnya.

“Lur… Saya mau meluruskan postingan saya tadi pagi, mengenai ambulance desa yang tidak mau mengantar warganya yang sakit ke rumah sakit. Kepala Desa Sengon sudah mengkonfirmasi bahwa bukan tidak mau mengantar, ternyata melainkan ada prosedur penanganan mengantar orang sakit saat pandemi saat ini,” tulisnya Agus Sukirno.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sengon, Totok Soetjahjo mengatakan, kejadian dan informasi tersebut telah diluruskan oleh penulis yakni akun Agus Sukirno. Selain itu, Totok menyebut jika itu miskomunikasi atau salah paham.

“Itu hanya perkiraan mas Agus Sukirno sendiri, masyarakat nggak ada apa-apa, bahkan dari pihak yang bersangkutan tidak ada apa-apa. Memang benar meninggal di Sengon, tapi warga Perak,” tuturnya melalui sambungan seluler pada KabarJombang.com, Sabtu,(9/1/2021).

Pihaknya kembali menegaskan, jika yang bersangkutan adalah bukan warga Sengon, melainkan warga asal Kecamatan Perak, Kabuapten Jombang, berdasarkan identitas diri berupa KTP (Kartu Tanda Penduduk).

“Masa pandemi ini maksudnya itu ya harus lapor pada tim Gugus. Kalau memang punya riwayat sakit ya nggak papa, kayak kecelakaan, diabetes, kan sudah terdeteksi. Kalau mendadak, kita kan harus konsultasi pada tim Gugus, gitu loh maksudnya,” tambahnya.

Totok menyebut tidak bermaksud melakukan pembiaran, “Diapak-apakno kita kan sama sama manusianya, bukan pembiaran, kan mobil siaga desa memang kan ada ketentuannya. Sepertinya sudahlah masalah ini nggak perlu dipermasalahkan, mas Agus Sukirno sudah klarifikasi,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait