Pemerkosaan 9 Anak di Jombang, Begini Kata Pakar Psikologi

Pakar Psikologi, Arifah Retnowuni
  • Whatsapp

Bandar Kedungmulyo, KabarJombang.com – Kasus pemerkosaan yang dilakukan M Adi Indra Purnama, pemuda asal Bandarkedungmulyo, Jombang, menarik perhatian berbagai pihak. Pasalnya kasus pemerkosaan yang dilakukan, terhadap sembilan korban yang masih dibawah umur.

Namun, sisi lain dari kasus pemerkosaan ini, ternyata banyak berdampak pada psikologis korban. Hal ini diutarakan pakar psikolog, Arifah Retnowuni.

Baca Juga

Menurutnya, dari kasus ini akan berdampak lebih pada korban. “Dampaknya tidak langsung, tapi saat dia sudah beranjak dewasa,” ucapnya kepada FaktualNews.co, Sabtu (2/11/2019).

Dikatakan, meskipun korban masih dibawah umur. Namun secara langsung dampak psikologisnya akan langsung dirasakan. Sebab, dirinya memberikan contoh, saat ini anak yang masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar sudah mengalami haid.

“Artinya ini dibarengi dengan sisi hormonal adanya nafsu dan ketertarikan pada lawan jenis,” ujarnya.

Lebih lanjut mengatakan, beberapa dampak akan dirasakan seperti sisi emosional, kognitif, serta perilaku keseluruhan. Jika tidak bisa diatasi maka akan mempengaruhi psikis korban dalam waktu yang lama.

“Dampaknya sangat banyak, segi emosional korban dimana dia akan mengalami kecemasan. Merasa ternodai dan tidak punya harga diri. Bisa jadi korban ini minder dan tidak mau bergaul dengan orang lain.

Begitupun aspek kognitif, korban akan sulit untuk belajar, tidak konsentrasi dan akibatnya akan sering melamun. Juga korban akan lebih banyak diam.

“Perilaku berubah dikarenakan traumatik atas kejadian yang pernah dialaminya,” tuturnya jelas.

Wanita alumni Universtas Muhammadiyah Malang ini juga mengatakan, untuk menangkal hal ini kembali terjadi, pentingnya pengawasan orang tua harus lebih ditingkatkan.

“Faktor penyebab yang lain adalah kelalaian orang tua. Dari pola asuh terhadap anak, pembentukan konsep jati diri sejak dini itu penting,” tandasnya.

Menyusul, memberikan arahan tentang pendidikan seks sejak dini masih tabu di kalangan orang tua. Padahal menurutnya, hal ini penting agar memberikan pengetahuan lebih kepada anak.

“Pembelajaran pendidikan seks sejak dini, selain itu pendidikan sosial juga harus diterapkan dengan baik, apalagi kepada anak perempuan,” pungkasnya.

Jurnalis: Anggit Puji Widodo
Editor: Nurul Yaqin

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.