Pembagian Tak Sesuai Dosis, PPL Sebut Bantuan POC Tidak Mencukupi

Purwanto Ketua Poktan Kedunglo, ketika menunjukan bantuan POC yang diterimanya. (FOTO : Daniel Eko)
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Pupuk Organik Cair (POC) terbagi rata ke masing-masing kelompok tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Mojowarno sehingga tak sesuai dosis per hektar yakni lima liter, dikarenakan jumlah bantuan tak mencukupi.

“Bantuan tidak bisa mencukupi semua. Sebetulnya dosis 5 liter untuk 1 hektar. Namun misalnya satu daerah dapat 20 hektar, sedangkan luasnya 40 hektar kan nggak cukup. Terus yang namanya bantuan banyak petani yang menginginkan dan iri. Akhirnya dibagi sama rata, sesuai kebijakan kelompok tani masing-masing,” ungkap Wiwik Budiarti pada KabarJombang.com, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga

Ketua PPL (Penyuluh Pertanian Lapang) wilayah Mojowarno itu menyebut, agar tidak terjadinya rasa iri diantara petani satu dengan yang lain akibat bantuan POC itu, akhirnya dosis tidak dibagikan 1 hektar 5 liter.

“Akhirnya dibagi rata, supaya petani nggak ada yang maido, bilang saya kok nggak dikasih, makanya jadinya dosis nggak mencukupi. Kemudian mestinya punya lahan 1 hektar, dapat bantuan untuk banon 200. Nah itu harusnya POC hanya untuk banon 200, tapi petani ada yang nggak mau tau dan disemprotkan semua ke lahan 1 hektar,” tambahnya.

Pihaknya mengatakan dalam bantuan POC ini menganjurkan menggunakan demplot untuk membuktikan hasilnya namun ada juga petani yang tidak melakukan sesuai anjuran.

“Anjuran kita, jangan dibuat lahan luas. Bata 100 menggunakan 1,5 liter POC. Karena setengah liter dibagikan tidak memungkin. Maka diterapkan ke bata 50 untuk satu liter POC, untuk empat kali penyemprotan,” katanya.

Sekedar informasi, bahwa Kecamatan Mojowarno menerima bantuan POC sejumlah 2.500 liter. Dibagikan ke 19 Poktan pada 19 Desa, satu Poktan paling sedikit menerima 125 liter paling banyak 150 liter. “Satu desa satu Poktan yang mendapatkan,” tutupnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait