Pembagian Kain Seragam Gratis di SMPN 2 Ploso, Disidak Kadis Dikbud Jombang

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Jombang, Agus Purnomo (kanan) saat sidak pembagian kain seragam gratis di SMPN 2 Ploso. (Foto: Slamet).
  • Whatsapp

PLOSO, KabarJombang.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mensidak (inspeksi mendadak) pembagian kain seragam gratis di SMPN 2 Ploso, Jombang.

Sidak yang dilakukan Kamis (10/9/2020) tersebut adalah untuk memastikan jika pembagian kain seragam gratis sudah sampai ke orang tua wali murid.

Baca Juga

Kepala SMPN 2 Ploso, Agus Tri Prastyo mengatakan,  untuk  siswa didik baru berjumlah 160 siswa. Sedangkan untuk pembagian kain seragam gratis dibagi menjadi tiga tahap.

“Kebetulan pembagian kain seragam gratis di SMPN 2 Ploso, sudah selesai , “kata Agus Tri Prastyo Kamis (10/9/2020).

Menurut Agus Tri Prastyo, wali murid mengaku sangat terbantu dengan adanya kain seragam gratis tersebut.

“Kwalitas kain kata wali murid juga sangat bagus dibandingkan tahun lalu. Sedangkan untuk menjahitnya, kita serahkan pada wali murid, terserah dijahitkan kemana,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Tri Prastyo menyampaikan kepada Kadis Dikbud Jombang, Agus Purnomo, jika gedung SMPN 2 Ploso, sudah mlai rusak. “Kami juga menyampaikan jika SMPN 2 Ploso,  kekurangan guru karena banyak yang sudah pension,” bebernya.

Sementara itu, Kadis Dikbud Jombang, Agus Purnomo berharap apa yang dilakukan Pemkab Jombang, dalam program kain seragam gratis ini bermanfaat.

“Dalam sidak ini untuk memastikan apakah kain seragam  gratis sudah diterima wali murid atau belum. Alhamdulillah pembagian kain seragam gratis tingkat SMP/ MTSN sudah selesai dibagikan ke wali murid. Sementara untuk tingkat SD/MI  juga sudah berjalan. Semoga minggu depan juga sudah rampung “ungkapnya.

Selain sidak terkait pembagian kain seragam gratis, Agus Purnomo juga member pengarahan terhadap guru.

Dalam pertemuan dengan guru tersebut, guru mengeluhkan terkait bangunan  sekolahan yang  sudah rusak dan tidak layak, serta kekosongan guru.

“Terkait bangunan sudah kami koordinadikan dengan tim anggaran untuk segera diusulkan perbaikan. Sedangkan untuk kekosongan guru akan segera kami koordinasikan ke Ibu Bupati, “pungkasnya. (Slamet / Dita)

 

INSTAGRAM

Berita Terkait