Meresahkan, Empat Pengamen Jalanan Diusir Warga dan Kades Kepatihan

Pengamen jalanan berpenampilan anak punk saat didatangi Kades bersama perangkat dan Babisa Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Empat pengamen jalanan, diusir warga Desa Kepatihan dan Kepala Desa (Kades) setempat dari dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia dini (Paud) Islam Al-Banuun, Jalan Urip Sumoharjo, Dusun Tugu, Desa setempat.

Mereka diusir lantaran meresahkan warga. Selain itu, gaya penampilan mereka laiknya anak punk, dan kerapkali nongkrong di dalam gedung Paud, berdekatan dengan masjid Masjid Ar-Roudloh, Tugu Kepatihan, Kecamatan Jombang.

Baca Juga

Saat itu, keempat pengamen jalanan terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan tersebut melakukan kegiatan potong rambut di halaman Paud. Mereka pun terkejut saat didatangi warga, Kades Kepatihan, dibantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat.

“Tadi saya mendapat laporan dari takmir masjid Ar-Roudloh dan RT lingkungan setempat. Beliau menginformasikan bahwa ada segerombolan anak remaja berpenampilan layaknya anak Punk, terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan sedang melakukan kegiatan yang kurang baik di dalam lokasi Paud Al Banuun yang berdekatan dengan masjid,” kata Erwin Pribadi, Kades Kepatihan.

Segera saja, Kades Erwin bersama sejumlah perangkat desa dan Babinsa bergerak menuju lokasi Paud/TK dimana keempat pengamen jalanan tersebut berada. Benar saja, keempatnya melakukan kegiatan kurang baik di lantai bawah Al-Banuun.

“Kita mengkonfirmasi ke pemilik rumah. Karena kita tidak mau ambil resiko, maka saya putuskan agar anak-anak punk itu segera pergi dari wilayah ini,” imbuh Erwin.

Menurutnya, keberadaan segerombolan pengamen jalanan di wilayah Desa Kepatihan ini dinilai sangat meresahkan masyarakat dan menggangu keamanan di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya menerapkan social distancing (jaga jarak sosial), dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid -19 yang mewabah di Indonesia.

“Dengan adanya komunitas semacam ini, tentu membuat kita semakin miris dan sangat mengganggu bagi kami. Kalau ini terjadi lagi di wilayah ini, akan kami tindak tegas. Kami amankan mereka, lalu kami serahkan kepada Satpol PP dan kepolisian untuk dilakukan tindakan seperlunya,” pungkas Erwin.

INSTAGRAM

Berita Terkait