Liputan Khusus

Guru Mulok Jombang Belum Digaji, Terpaksa Kurangi Jatah Obat walau Sakit dan Kencangkan Ikat Pinggang

JOMBANG, KabarJombang.com – Polemik keterlambatan honor bagi guru pembina ekstrakurikuler keagamaan di Kabupaten Jombang kian memprihatinkan. Di balik angka dan laporan administratif, tersimpan kisah getir para guru yang tetap mengabdi di tengah ketidakpastian hak yang belum terpenuhi sejak awal tahun 2026.

Y, salah satu guru pembina ekstrakurikuler keagamaan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, hingga akhir Maret lalu, honor untuk bulan Januari dan Februari belum juga masuk ke rekeningnya.

“Terakhir saya cek hari Sabtu minggu kemarin itu masih belum masuk,” ujarnya pelan saat dikonfirmasi pada Rabu (1/3/2026).

Ia mengungkapkan, keterlambatan ini sudah terjadi sejak sebelum mendekati hari raya. Padahal, setiap bulan ia seharusnya menerima honor sekitar Rp 684.000 setelah dipotong pajak. Dengan demikian, setidaknya dua bulan honor yang menjadi haknya masih tertahan tanpa kejelasan.

“Seharusnya yang cair itu Januari dan Februari. Kalau Maret ini masih tahap pemberkasan,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, ia tetap memilih bertahan dan menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Namun, konsekuensi finansial tak bisa dihindari. Ia harus menekan pengeluaran demi mencukupi kebutuhan hidup.

“Selama rezeki masih datang dari jalan lain, saya tetap jalani. Tapi ya harus mengencangkan ikat pinggang, mengurangi pos pengeluaran,” tuturnya.

Kondisi seperti yang seperti itu membuat Y sangat terasa berat, terutama karena kondisi kesehatannya yang mengharuskan perawatan rutin.

“Saya ini tiap bulan harus kontrol lambung ke dokter, bisa sampai empat kali dalam sebulan. Itu yang cukup menguras,” ungkapnya.

Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan secara rutin menjadi beban tersendiri, terlebih ketika pemasukan yang seharusnya diterima justru tertunda. Dalam situasi seperti ini, ia hanya bisa berharap kondisi segera membaik.

Di tengah tuntutan profesionalisme, mereka tetap hadir membimbing siswa, meski dalam kondisi serba terbatas.

Pihaknya berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan serta mempercepat pencairan honor, agar hak mereka sebagai tenaga pendidik dapat terpenuhi dengan baik.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15 guru pembina ekstra keagamaan di Kabupaten Jombang dilaporkan belum menerima honor sejak Januari 2026. Kondisi ini menimbulkan keluhan di kalangan guru yang tetap menjalankan tugas mengajar meski hak mereka belum terpenuhi.

W Salah satu koordinator Paguyuban Pembimbing Muatan Lokal (Mulok) Keagamaan dan Diniyah SD-SMP Jombang mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan honor terjadi untuk periode Januari hingga Februari 2026.

“Untuk guru pembina ekstra keagamaan SD di Jombang, honor bulan Januari sampai Februari belum cair. Jumlahnya sekitar 15 orang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini selesai ditulis.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar