Pemantauan Sungai Gogor Wonosalam Temukan Mikroplastik dan Fosfat Tinggi

Kegiatan pemantauan kualitas air yang digelar di Sungai Gogor, Wonosalam, Kabupaten Jombang
Kegiatan pemantauan kualitas air yang digelar di Sungai Gogor, Wonosalam, Kabupaten Jombang
  • Whatsapp

WONOSALAM, KabarJombang.com – Pemantauan kualitas air di Sungai Gogor, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, menemukan 20 partikel mikroplastik dan kadar fosfat mencapai 0,8 ppm. Temuan tersebut terungkap dalam kegiatan pemantauan lingkungan berbasis masyarakat yang melibatkan lebih dari 50 pelajar untuk mengidentifikasi potensi pencemaran di kawasan hulu Sungai Brantas.

Kegiatan yang melibatkan pelajar Polisi Air Wonosalam dan SCOUTNEMA SMAN 1 Mojoagung itu menggunakan Mobil Laboratorium Mikroplastik MIMO (Microplastic Mobile Laboratory) milik ECOTON. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi yang pertama di kawasan hulu Wonosalam untuk mendukung pemeriksaan kualitas air secara langsung di lapangan.

Baca Juga

Hasil pengamatan menggunakan mikroskop menunjukkan, dari 20 partikel mikroplastik yang ditemukan, sebanyak 12 partikel merupakan jenis fiber atau serat sintetis. Selain itu, terdapat tujuh partikel jenis film berupa lembaran tipis dan satu partikel fragmen yang berasal dari plastik keras.

Tak hanya mikroplastik, pengujian parameter kimiawi juga mencatat kadar fosfat sebesar 0,8 ppm. Angka tersebut empat kali lipat dari nilai acuan 0,2 ppm yang digunakan dalam pemantauan berdasarkan baku mutu air sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021.

Tingginya kadar fosfat diduga berkaitan dengan pembuangan limbah domestik rumah tangga yang tidak melalui pengolahan memadai. Kondisi tersebut berpotensi semakin memengaruhi kualitas air ketika debit sungai menurun pada musim kemarau.

Indikasi gangguan ekosistem juga terlihat dari hasil biomonitoring atau pengamatan organisme perairan melalui metode biotilik. Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan 17 individu makrozoobentos yang berasal dari enam famili.

Perwakilan Polisi Air Wonosalam, Rizki Putri, mengatakan kegiatan pemantauan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar untuk mengenali potensi pencemaran di lingkungan perairan.

“Melalui praktik pengambilan dan pengamatan sampel air secara langsung menggunakan mikroskop, kami belajar bahwa mikroplastik telah ditemukan di lingkungan perairan hulu dan perlu dipantau secara berkala,” ujar Rizki Putri.

Ia menilai pemantauan secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air, terutama karena kawasan hulu memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.

Sementara itu, perwakilan Polisi Air Wonosalam lainnya, Zema Aqilla, menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kesadaran untuk mengurangi plastik sekali pakai dapat dimulai dari lingkungan sekolah, misalnya dengan membiasakan diri membawa botol minum dan wadah makanan yang dapat digunakan berulang kali,” tegas Zema Aqilla.

Sungai Gogor merupakan bagian dari kawasan hulu Sungai Brantas yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Karena itu, temuan mikroplastik dan tingginya kadar fosfat menjadi perhatian dalam upaya menjaga kualitas air, meskipun hasil pemantauan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan berkala dan pengujian lebih lanjut.

Berita Terkait