Berbau Menyengat, Penggilingan Bulu Ayam di Bangsri Plandaan Dikeluhkan Warga

Ilustrasi. (Istimewa).
  • Whatsapp

PLANDAAN, KabarJombang.com- Karena berbau menyengat hingga menyesakkan pernafasan warga. Aktifitas pabrik penggilingan bulu ayam di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, dikeluhkan warga stempat.

Warga setempat, Sukamad menuturkan, akibat bau menyengat tersebut mencemari udara sehat yang berada ditempat tinggalnya.

Baca Juga

“Sudah menjadi keluhan warga, pabrik penggilingan bulu ayam itu mengeluarkan bau yang menyengat yang menggangu pernafasan kami. Karena udara yang biasanya sehat sekarang terganti dengan bau tidak enak itu.”tuturnya pada KabarJombang.com Senin (28/12/2020).

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Menurut Sukamad, akibat bau yang menyengat tersebut,  kalau saja memakai tiga masker bau tersebut masih tercium. Bahkan, bau tersebut dirasakan oleh warga sekitar pabrik berjarak radius ekitar dua kilo meter.

“Walaupun pakai masker rangkep tiga itu lho masih berbau gak enaknya. Dan yang merasakan itu yang berjarak sekitar dua kilo meter dari pabrik tergantung arah angin ke Desa Plandaan, Pelabuhan, Puri Semanding, Kampung baru.”terang Sukamad.

Mengenai ijin atas aktifitas pabrik penggilingan bulu ayam tersebut, warga merasa dibohongi. Mereka kecewa jika ternyata hasil dari hal tersebut merugikan warga sekitar.

“Masyarakat merasa dibohongi, sekarang jelas kecewa. Karena dulu memang sudah ijin ke lingkungan sekitar, katanya itu tidak berbau tapi ternyata sekarang begini.”jelasnya.

Sukamad dan warga setempat berharap agar pabrik tersebut mencari cara dengan aktifitasnya tidak menghasilkan bau yang mengganggu warga. Jika tidak,  maka mereka akan menuntut pabrik untuk tidak beroperasi kembali.

“Pinginnya warga pabrik tidak lagi mengeluarkan bau menyengatnya lagi, bagaimanapun caranya itu. Kalau tidak bisa ya terpaksa pabrik harus berhenti beroperasi.”pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait