Turunkan Stunting, Dosen dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Unair Lakukan Pengabdian Masyarakat Melalui Optimaslisasi Peran Posyandu Melalui Pondok Gizi di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek

Turunkan Stunting, Dosen dan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Unair Lakukan Pengabdian Masyarakat Melalui Optimaslisasi Peran Posyandu Melalui Pondok Gizi di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak di Indonesia adalah stunting, kondisi yang disebut stunting ditandai dengan anak-anak di bawah usia tiga tahun yang memiliki tinggi badan yang jauh lebih rendah dari normal pada kelompok usianya. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4%.

Pemerintah telah menetapkan target untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024, yang berarti prevalensi tersebut harus turun sebesar 10,4 persen dalam 2,5 tahun ke depan. Kejadian atau timbulnya masalah stunting memiliki potensi yang mengancam status kesehatan anak seperti menghambat pertumbuhan otak anak dan meningkatkan risiko jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi di masa dewasa.

Baca Juga

Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah pentingnya peningkatan dan pemberian pengetahuan tentang nutrisi yang tepat kepada ibu balita. Kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan termasuk pendidikan gizi, yang didefinisikan sebagai upaya terencana untuk mengubah perilaku yang berhubungan dengan kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Pendidikan kesehatan dapat berlangsung di berbagai tempat, termasuk sekolah, rumah sakit, dan pusat komunitas.

Pendidikan gizi sebagai proses formal yang dirancang untuk melatih kemampuan klien atau meningkatkan pengetahuan klien dalam memilih makanan, aktivitas fisik, dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan. Pendidikan gizi juga dapat dianggap sebagai suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan klien dalam membuat pilihan makanan yang sehat. Meskipun perkembangan fisik anak tidak segera membaik akibat pendidikan gizi, pemahaman dan kebiasaan makan ibu masih dapat ditingkatkan.

Penyuluhan gizi masyarakat merupakan salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mengoptimalkan peran Posyandu sebagai sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat bawah. Posyandu secara rutin dan langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Pondok Gizi dalam upaya peningkatan kulaitas sumber daya manusia atau kader serta masyarakat pada tingkat level bawah atau desa. Edukasi tentang gizi masyarakat merupakan salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan.

Komponen medis maupun pendukung yang memiliki pengetahuan tentang pemenuhan gizi sangat diperlukan dalam rangka mempercepat proses penurunan prevalensi stunting dan mencegah terjadinya stunting. Peserta program pengabdian kepada masyarakat adalah kader kesehatan masyarakat, tokoh masyarakat dan masyarakat yang memiliki faktor risiko stunting di Desa Bulurejo Kabupaten Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Desa Bulurejo sudah memiliki Posyandu namun belum ada struktur atau komponen khusus yang terkait pemenuhan gizi pada kasus stunting. Upaya optimalisasi peran Posyandu melalui pembentukan Pondok Gizi karena tokoh kader kesehatan masyarakat yang dimiliki belum memiliki pengetahuan cukup tentang stunting sehingga masyarakat atau keluarga dengan indikasi stunting tidak pernah dipantau status kesehatannya. Permasalahan mendasar yang perlu segera diselesaikan adalah dengan membentuk Pondok Gizi, sehingga kesehatan masyarakat atau keluarga dengan indikasi stunting dapat terpantau secara rutin.

Kegiatan akan diawali dengan sosialisasi dan advokasi pada pihak terkait dalam hal ini dusun, kelurahan, dan puskesmas. Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ini bertujuan untuk memperoleh dukungan dan komitmen dalam menyelenggarakan dan pembentukan Pondok Gizi, segera setelah Pondok Gizi terbentuk maka prioritas selanjutnya adalah melatih kader agar mampu melaksanakan peran, tugas, dan teknis kegiatan. Kesepakatan rencana tindakan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan diatas adalah dengan membentuk Pondok Gizi dalam rangka optimalisasi peran Posyandu dan memberdayakan kader kesehatan masyarakat dalam melakukan deteksi dini faktor risiko Stunting yang telah disepakati bersama dengan kader kesehatan.

iklan bank jombang berita

Berita Terkait