Penyebab ASI Tidak Keluar dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi. (istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebagian wanita tentu ingin segera membangun kedekatan atau bonding dengan bayinya melalui proses menyusui setelah melahirkan.

Tak heran, ketika ASI tidak keluar, wanita yang ingin segera menyusui si kecil umumnya merasa sedih dan kecewa.

Baca Juga

Terlebih, cairan pertama yang keluar dari payudara ibu (disebut kolustrum) mengandung protein, vitamin A, hingga immunoglobin yang berguna bagi tubuh si kecil.

Beberapa ibu akhirnya dapat menyusui bayinya dalam beberapa hari setelah membiarkan si kecil tetap mengisap puting, pijat laktasi, hingga memerah ASI. Namun, pada kondisi tertentu seorang wanita tetap tidak bisa menyusui bayinya karena ASI tidak keluar.

Artikel ini akan membahas penyebab ASI tidak keluar dan cara mengatasinya yang mungkin perlu diketahui para ibu dan ayah.

Penyebab ASI tidak keluar

Dilansir dari Mom Loves Best, ada beberapa faktor penyebab air susu ibu tidak keluar, antara lain:

  • Diabetes gestasional

Diabetes gestasional merupakan penyakit diabetes yang menyerang wanita selama masa kehamilan sehingga tubuh tidak dapat merespons insulin.

Padahal, insulin berperan dalam produksi ASI. Sehingga, ketika tubuh bumil tidak dapat merespons insulin atau kekurangan hormon tersebut, produksi air susu ibu pun terhambat.

Karena itu, dokter kandungan tak jarang merekomendasikan para wanita untuk mengontrol makanan manis selama kehamilan agar tidak memiliki kadar gula darah tinggi yang memicu diabetes gestasional.

  • Gangguan kelenjar hipofisis

Kemudian, wanita yang mengalami gangguan kelenjar hipofisis juga berisiko payudaranya tidak mengeluarkan ASI.

Untuk diketahui, hipofisis adalah kelenjar yang bertugas memproduksi dua hormon utama yang menunjang suplai ASI, yaitu oksitosin dan prolaktin.

Sehingga, apabila kelenjar hipofisis bermasalah atau kurang aktif, produksi air susu ibu akan terhambat atau ASI tidak keluar sama sekali.

Ada beberapa hal yang memengaruhi fungsi kelenjar vital ini, termasuk stroke, tumor, dan kehilangan darah saat melahirkan (sindrom shehan)

  • Masalah tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher, tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini bertanggung jawab dalam memproduksi dua hormon, tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3)

Hormon-hormon ini sangat penting untuk fungsi dan pertumbuhan reguler di dalam tubuh dan juga untuk menunjang produksi ASI.

Ketika kelenjar tiroid kurang aktif atau terlalu aktif, suplai ASI dapat terganggu. Hal ini menyebabkan kelebihan produksi air susu ibu, ASI kurang atau seret, hingga naik turunnya (fluktuasi) volume produksi susu.

  • Efek obat-obatan

Beberapa obat dapat memengaruhi kapan ASI keluar dan seberapa banya susu yang dihasilan payudara Anda.

Salah satu obat yang bisa membuat ASI tidak keluar atau seret yaitu pil KB yang diminum pada minggu-minggu awal pasca-persalinan.

Beberapa herbal, seperti peterseli dan daun mint juga dapat mengganggu suplai ASI. Jadi, sebelum minum obat-obatan atau herbal tertentu, Anda sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter.

  • Kista ovarium selama kehamilan

Ibu hamil juga berisiko memiliki kista di ovariumnya selama masa kehamilan. Kista ovarium yang paling sering muncul saat hamil yaitu kista korpus luteum.

Kista korpus luteum muncul setelah ovulasi atau ketika sel telur terlepas dari indung telur.

Pertumbuhan kista di ovarium selama kehamilan mengakibatkan kadar testosteron menjadi tinggi sehingga membuat produksi ASI tidak maksimal.

Kista ini biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3-4 minggu, sehingga suplai ASI akan normal.

  • Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan pada wanita selama masa kehamilan bisa berdampak negatif pada respons prolaktin dalam tubuh.

Seperti disebutkan di atas, hormon prolaktin merupakan salah satu komponen utama dalam produksi ASI. Sehingga, saat tubuh sang ibu tidak dapat merespons prolaktin, ia pun berisiko tidak dapat segera menyusui karena ASI tidak keluar.

  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS)

Dilansir dari laman Hermina Hospital, sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon.

PCOS mengakibatkan menstruasi tidak teratur, pendarahan deras saat haid, hingga memicu infertilitas atau gangguan kesuburan.

Namun, beberapa wanita dengan PCOS masih bisa hamil dengan beberapa risiko, salah satunya produksi ASI terhambat Pasalnya, wanita dengan PCOS cenderung memiliki hormon androgen (hormon pria) yang berlebihan.

  • Komplikasi persalinan

Beberapa kondisi yang terjadi saat wanita melahirkan ternyata dapat memicu ASI tidak keluar.

Komplikasi persalinan yang mengakibatkan produksi ASI terhambat atau tidak ada sama sekali, yaitu kelahiran prematur dan perdarahan postpartum.

Ada sekitar 8 penyebab ASI tidak keluar yaitu:

  • Diabetes gestasional
  • Gangguan kelenjar hipofisis
  • Masalah tiroid
  • Obat-obatan
  • Kista di ovarium selama kehamilan
  • Obesitas
  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS)
  • Komplikasi persalinan

Wanita dengan keluhan tidak bisa menyusui akibat ASI tidak keluar sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan berusaha tetap tenang agar terhindar dari depresi pasca-persalinan.

Cara mengatasi ASI tidak keluar

Dilansir dari Healthline, ada beberapa cara agar ASI cepat keluar yang bisa diupayakan para ibu, yaitu:

  1. Pijat laktasi atau memijat payudara: Stimulasi payudara dapat merangsang pembentukan reseptor ASI dan meningkatkan volume susu.
  2. Perah ASI sesering mungkin: Para ibu sebaiknya tetep memerah ASI sesering mungkin, meski hanya sedikit cairan yang keluar. Perah ASI dengan tangan maupun pompa juga dapat merangsang payudara mengeluarkan kolustrum.
  3. Minum banyak air putih: Menambah asupan air putih dapat meningkatkan jumlah ASI yang Anda hasilkan.
  4. Mendengarkan musik: mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan dapat membantu Anda rileks dan menunjang kerja hormon yang dibutuhkan untuk produksi ASI.
Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait