Kasus Bayi Meninggal Belum Berujung, RS PMC Diterpa Keluhan Tambahan Biaya Naik Kelas Kamar

Tangkapan layar komentar warganet yang mengeluhkan pelayanan di RS Pelengkap Medical Center di Fanpage Facebook KabarJombang.com, Jumat (27/11/2020).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Belum selesai desakan elemen masyarakat agar Ketua DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi merealisasikan statemennya untuk menutup RS Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang, terkait kasus pasien ibu yang melahirkan sendiri hingga bayinya meninggal pada Agustus 2020, kini muncul keluhan pelayanan di RS tersebut.

Keluhan tersebut, ditulis warganet dalam kolom mengomentari postingan berita di Fanpage Facebook KabarJombang.com. Akun Wawan Budi Setiawan ini menulis pengalamannya terkait pelayanan administrasi RS Pelengkap yang dinilainya amburadul. Menurutnya, adanya biaya tambahan tidak normal ailias mahal.

Baca Juga

“Bner tu pelayanan perlu ada peningkatan pengalaman dsitu pernah anak saya opname asuransi katanya gak bs pdhal rs rekanan akhirnya pakek bpjs kelas 1 kamar kosong dminta naik kelas vip ok masuk. Setelah mau keluar tanya biaya nambah kamar cuma 3 hari masak kena 5jt lebih saya gak mau bayar dan saya ke bpjs trnyata cuma kena nambah 550rb gmb sih administrasi gt aja amburadul apalagi urusan nyawa,” tulis akun Wawan Budi Setiawan, 4 jam sesudah terpublish, Jumat (27/11/2020).

Tak hanya itu, komentar akun Wawan ini, juga mengundang warganet lain yang juga mengaku kecewa dengan tambahan biaya tidak sedikit untuk mendapatkan pelayanan di RS PMC.

“Kok sama yaa pak ortu saya januari kmaren oprasi angkat platina bpjs kelas 1 dan minta naik kamar ke vip 3 hari habis hmpir 4 jtn ktanya bpjs hanya menanggung brp persen gtu. Pdhal sebelumnya ambil platina di rs NU sama. Naik kelas hanya nmbah biaya kamar sebesar 500rb aja,” tulis akun Hestiningsih Ruli 7 menit lalu setelah diunggah.

Dihubungi lebih lanjut terkait komentarnya melalui aplikasi Mesenger-nya, akun Wawan Budi Setiawan ini membenarkan. Ia membalas, jika hal tersebut terjadi 3 tahun lalu. Adanya selisih biaya yang harus dibayar, tulisnya, karena BPJS tidak menanggung biaya naik kelas kamar, yakni dari kelas 1 ke kamar VIP. Naiknya kelas kamar tersebut diakuinya terpaksa, karena pihak RS beralasan jika kamar kelas 1 sudah penuh.

“Sudah 3th lalu terjadinya n ditarik lebih memang karena naik kelas kamarnya jd ada selisih yg gak dtanggung bpjs dari kelas 1 ke vip. Itupun atas permintaan rumah sakit alasan kamar penuh. Nambah awal sama admin rs diminta 5jt-an lebih, saya komplain ke kantor bpjs trnyta nambah 550rb saja. Dan memang nambah buat naik kelas kamar,” bebernya kepada KabarJombang.com.

“Anak operasi hernia saya punya asuransi mandiri in health tp katanya gk bs. Pdahal rekanan di daftar rs. Admin rs mengetahui itu hanya blg maaf,” sambungnya.

Wawan juga mengaku kecewa dengan pelayanan yang ujung-ujungnya terlontar kata maaf dari pihak Admin RS Pelengkap.

“Gak ada saya jg waktu itu sudah ilfill udah saya biarkan sampai skr saya gak pernah brobat kesitu. Hanya maaf gak ada konfirm apapun malah dari admin bpjs yg menjelaskan panjang lebar,” pangkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait