Jurus Ampuh Kades Pulo Lor Jombang, Bebaskan Kampung dari Banjir Hingga Wacana ‘Kampung Sayur’

Kepala Desa Pulo Lor Jombang, Sugeng Budiono.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Desa Pulo Lor Kecamatan/Kabupaten Jombang, terus berbenah melakukan penataan lingkungannya, Jumat (20/9/2019).

Desa yang terbilang berada di jantung Kota Jombang ini, terbilang luas. Sebab memiliki lima dusun, diantaranya Dusun Pulo Wetan, Pulo Tawangsari, Gentengan, Pandean dan Dusun Kalimalang. Sedangkan jumlah penduduknya mencapai lebih dari 7 ribu jiwa dengan jumlah KK (Kepala Keluarga) hampir 3 ribu.

Baca Juga

Sejak enam tahun terakhir dibawah kepemimpinan Sugeng Budiono, Kepala Desa Pulo Lor, Desa ini terus ‘berdandan’ membangun lingkungannya. Fokus pembangunannya, sejauh ini dilakukan untuk pembangunan fisik, berupa selokan dan jalan paving.

Menurut Sugeng, penataan fisik ini semata-mata dilakukan sebagai salah satu upaya Pemerintah Desa (Pemdes) mengantisipasi banjir, dimana setiap tahun selalu melanda sejumlah titik di desa Pulo Lor ini.

“Kalau drainase atau selokan bagus, kami yakin banjir juga bisa dimininalisir. Seperti di Gentengan ini, insya Allah musim hujan nanti sudah tidak ada lagi banjir, karena aliran dari kawasan belakang Seng Fong menuju depan Perumahan Pulo Asri kini sudah diaktifkan kembali,” ujar Sugeng di kantornya.

Kedepan, Kades Pulo Lor Jombang ini juga bertekat meningkatkan pemberdayaan masyarakat di desanya yang mayoritas bekerja sebagai pedagang dengan cara berwirausaha. Salah satu yang sudah disiapkan untuk peningkatan sektor perekonomian warga, yakni wirausaha kerajinan berbahan dasar bambu.

“Nanti, setiap dusun akan kami ambil sejumlah warga yang siap ikut pelatihan kerajinan ini. Bahan semua sudah disiapkan, modal awal nanti dibantu oleh Pemdes, hasil kerajinan sudah ada yang ambil,” tambahnya.

Tak hanya itu, kedepan Sugeng juga bercita-cita menjadikan desanya asri dan hijau dengan julukan ‘Kampung Sayur’. Sesuai dengan tema yang diambil, kampung sayur ini tentu saja akan ada banyak tanaman sayuran yang ditonjolkan. Dimana, lanjut Sugeng, setiap rumah akan diwajibkan menanam beberapa jenis sayuran.

Rencananya, kampung sayur ini akan dimulai di Dusun Gentengan, sebagai percontohan. Sekaligus, upaya ini diharapkan akan menghilangkan kesan bahwa Dusun Gentengan adalah kampung ‘blacklist’ di mata masyarakat.

“Untuk percontohan kampung sayur ini akan kami mulai di Dusun Gentengan sekaligus kami ingin hilangkan image bahwa Gentengan ini tempatnya orang bermasalah, anak punk, narkoba dan lainya. Nanti benih kami siapkan setiap rumah wajib menanamnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Muji Lestari
Editor: Arief Anas

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.