Info Desa

Puluhan Tahun Dihantui Hujan, Dusun Surobayan Jombang Akhirnya Punya Drainase Baru

PETERONGAN, KabarJombang.com – Persoalan genangan air yang selama puluhan tahun menghantui warga Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mulai mendapat penanganan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Tengaran memanfaatkan Bantuan Keuangan (BK) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp200 juta untuk membangun drainase sepanjang 140 meter di kawasan tersebut. Pembangunan saluran air ini menjadi salah satu prioritas desa setelah pemerintah desa berdiskusi dengan masyarakat mengenai kebutuhan infrastruktur yang dinilai mendesak.

Kepala Desa Tengaran, Kusairi, menjelaskan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, kawasan Surobayan belum memiliki sistem drainase yang memadai. Kondisi tersebut bahkan telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau musim penghujan selalu banjir karena belum ada drainasenya. Sejak tahun 1980-an masih berupa tanah,” kata Kusairi, Selasa (11/8/2026).

Menurut Kusairi, persoalan tersebut tidak hanya menyebabkan munculnya genangan saat hujan, tetapi juga membuat lingkungan terlihat kumuh. Saluran air yang sebelumnya dangkal membuat aliran tidak berjalan dengan baik.

Setelah menerima anggaran BK 2026, Pemdes Tengaran kemudian menggelar musyawarah bersama warga. Hasil pembahasan itu menetapkan pembangunan drainase Dusun Surobayan sebagai salah satu program prioritas yang kemudian dituangkan dalam APBDes 2026.

“Setelah ada anggaran BK tahun 2026, kami musyawarah dengan masyarakat. Kemudian kami masukkan dalam APBDes bahwa skala prioritas pembangunan tahun 2026 adalah drainase Dusun Surobayan,” ujarnya.

Kusairi mengatakan, pembangunan saluran tersebut telah rampung sekitar satu bulan terakhir. Saat ini, drainase yang berada di kedua sisi kawasan tersebut sudah dapat difungsikan untuk mengalirkan air.

Selain persoalan banjir, kondisi lingkungan sebelum adanya drainase juga menjadi perhatian warga. Genangan air yang terjadi berulang kali dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Bahkan, warga yang tinggal di lingkungan RT 2 disebut beberapa kali mengalami kasus demam berdarah.

“Faktor aliran air tidak lancar, kumuh karena saluran air sebelum dibangun drainase terlalu dangkal. Alhamdulillah, drainase ini sekarang sudah berfungsi,” ungkap Kusairi.

Pemdes Tengaran berharap keberadaan drainase baru tersebut mampu mengurangi potensi genangan ketika intensitas hujan meningkat. Infrastruktur itu juga diharapkan dapat membuat kondisi lingkungan menjadi lebih tertata dan tidak mudah kumuh.

Kusairi menambahkan, pembangunan saluran dilakukan di sisi kanan dan kiri kawasan. Bagian tengah

Sementara itu, Yusuf, Kepala Dusun Surobayan mengatakan, warga menyambut baik pembangunan drainase tersebut. Menurutnya, aliran air saat ini menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

“Warga merasa senang adanya drainase ini. Saluran air bisa lancar karena sebelumnya memang kumuh dan sering ada genangan air,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, saluran air di sisi timur kawasan tersebut saat ini tinggal dilakukan normalisasi agar alirannya semakin optimal.

Menurutnya, dengan berfungsinya drainase baru, saat menghadapi musim hujan, warga kini tidak lagi terlalu khawatir menghadapi, terutama terhadap ancaman genangan yang sebelumnya rutin terjadi di wilayah tersebut.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar