Info Desa

Pipa Rusak, Ratusan Sambungan Pamsimas di Bareng Jombang Belum Berfungsi

BARENG, Kabar Jombang.com- Sebanyak 137 sambungan pipa pamsimas di Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, belum berfungsi meski pompa air mulai kembali beroperasi. Kerusakan jaringan pipa distribusi membuat penyaluran air belum sepenuhnya pulih, sementara warga masih mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD Jombang.

Kepala Desa Kebondalem, Faisol Zakariya, mengatakan kebutuhan material untuk memperbaiki jaringan yang rusak masih dalam tahap permohonan. Menurutnya, apabila bantuan material tidak dapat direalisasikan, warga akan mengupayakan perbaikan secara gotong royong.

“Masih permohonan. Jika tidak bisa direalisasi, gotong royong warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan Faisol, jaringan Pamsimas Dusun Ngares terbagi menjadi dua saluran. Saluran pertama telah mengaliri air ke 63 sambungan, sedangkan saluran kedua yang mencakup 137 sambungan belum berfungsi normal karena mengalami sejumlah kerusakan.

Pemerintah Desa Kebondalem membutuhkan sejumlah material untuk memperbaiki jaringan Pamsimas yang rusak. Kebutuhan mendesak itu meliputi puluhan stop kran meteran, meteran air, hingga seratusan keran berukuran setengah inci dan beberapa bahan pendukung lain.

Faisol menjelaskan, kebutuhan tersebut baru mencakup material perbaikan dan belum termasuk HOK atau biaya tenaga kerja.

Menurut Faisol bantuan air bersih dari BPBD Jombang masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Ia memastikan bantuan tersebut akan berlanjut selama fungsi Pamsimas belum berjalan maksimal.

“Ya, selama fungsi Pamsimas belum maksimal, BPBD akan terus menyuplai air bersih,” ucapnya.

Pemerintah desa bersama warga mulai menyiapkan pengelolaan Pamsimas ke depan. Faisol mengatakan, musyawarah telah dilakukan pada Jumat malam untuk membahas pihak yang akan bertanggung jawab atas operasional dan perawatan fasilitas tersebut.

“Pada Jumat malam kemarin, warga sudah bermusyawarah terkait pengelolaan Pamsimas ke depan. Nantinya, pengelolaan akan dilakukan oleh kelompok pemuda agar bantuan ini bisa beroperasi dan berjalan dengan baik. Untuk biaya operasionalnya, akan menggunakan dana dari SR yang dikelola,” jelasnya.

Ia mengakui perawatan dan pemantauan Pamsimas selama ini belum maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas air bersih dapat ditingkatkan sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi.

“Selama ini, perawatan dan pemantauan kondisi Pamsimas memang belum maksimal. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami agar ke depan pengelolaan dan perawatannya bisa lebih baik, sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, pada Minggu (25/10/2026), sejumlah pemuda, warga, dan perangkat desa terlihat bergotong royong memperbaiki pipa distribusi yang rusak. Perbaikan dilakukan agar air dari Pamsimas dapat kembali mengalir ke sambungan rumah yang belum terlayani.

Anggota BPD Kebondalem, Siswanto, menjelaskan gangguan awal Pamsimas terjadi karena pompa sibel mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah pipa distribusi sempat diputus oleh warga, namun pipa yang sebelumnya sempat terputus kini kembali disambungkan.

“Penyebabnya ini sibelnya rusak, untuk pompa sibelnya itu rusak, Ini kemarin kan kelihatannya sempat diputus sama warganya, saking jengkelnya mungkin, nah ini disambungin lagi pipanya,” ujarnya.

Sebelumnya, bantuan pompa dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang telah diterima, Kamis (22/10/2026). Namun, beroperasinya kembali pompa belum membuat seluruh jaringan distribusi pulih karena masih terdapat pipa yang rusak.

Tolib, warga RT 2 RW 1 Dusun Ngares, Kebondalem, Bareng, Jombang, berharap perbaikan jaringan dapat membuat masyarakat kembali menikmati layanan air bersih seperti sebelum Pamsimas mengalami kerusakan.

Ia juga berharap jaringan Pamsimas dapat segera berfungsi dengan baik secara berkelanjutan agar warga tidak kembali kesulitan mendapatkan air bersih.

“Semoga airnya bisa lancar terus tanpa ada kerusakan seperti ini lagi, soalnya susah kalau sampai kekurangan air di sini, kasihan harus antre ambil air di sini, semoga dengan dibetulkannya ini masyarakat bisa menikmati air bersih kembali seperti dulu sebelum kerusakan Pamsimasnya,” pungkasnya.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perkim Jombang, Sri Rahayu, menyampaikan bahwa sumur Pamsimas saat itu tidak berfungsi ketika melakukan pengecekan, Senin (19/10/2026). Perkim berencana memeriksa kondisi bagian dalam sumur menggunakan kamera untuk memastikan penyebab gangguan dan menentukan penanganan selanjutnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman