Info Desa

Kesal Jalan Rusak Diabaikan, Pemuda Jombang Patungan Beli Aspal

JOMBANG, KabarJombang.com – Gara-gara tak kunjung diperbaiki pemerintah, sekelompok pemuda di Dusun Kejambon, Desa Dapurkejambon, Kecamatan/Kabupaten Jombang nekat patungan uang untuk menambal jalan rusak sepanjang hampir satu kilometer secara mandiri.

​Aksi swadaya oleh kelompok Pemuda Wong Ayem ini menyasar Jalan Padi, jalur utama padat pengendara yang menghubungkan Desa Candimulyo dan Desa Mojongapit menuju Desa Dapurkejambon. Ruas jalan yang diperbaiki membentang dari belakang Kantor Satlantas Polres Jombang, melintasi depan Panti Jompo, hingga depan SMPN 6 Jombang.

​Perwakilan Pemuda Wong Ayem, Sugiman, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul karena kondisi aspal yang penuh lubang dalam telah berulang kali memicu kecelakaan dan merugikan aktivitas warga dari berbagai dusun seperti Dusun Kapas, Kalijaring, Dapurno, hingga Banggle.

​”Sering ada yang jatuh. Bahkan ada yang sampai tercebur ke sungai karena menghindari lubang. Banyak warga akhirnya terpaksa memutar mencari jalan lain yang lebih bagus. Karena kasihan, anak-anak yang sering nongkrong akhirnya berinisiatif, ‘Ayo didandani dewe ae (ayo diperbaiki sendiri saja),” ujar Sugiman saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).

​Gerakan ini murni mengandalkan dana swadaya yang dikumpulkan selama satu bulan dari sekitar 20 anggota pemuda. Dengan iuran sukarela berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per orang, mereka berhasil mengumpulkan dana total sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta.

​Uang tersebut kemudian dibelikan material aspal dan solar. Proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong setiap hari Minggu dengan alat seadanya seperti cangkul, sekrop, sapu lidi dan gerobak.

​”Kami aspal manual, bakar pakai solar sendiri, lalu diratakan pakai pacul dan alat-alat seadanya. Kebetulan ada teman yang punya mobil, jadi mobilnya dipakai buat melindas aspalnya bergantian biar padat,” lanjut warga
Dusun Kejambon, Desa Dapurkejambon ini.

​Saat ini, titik-titik lubang yang paling parah dan membahayakan dipastikan telah berhasil ditutup seluruhnya setelah para pemuda menggelar dua kali kerja bakti. Kendati demikian, bagian pinggiran jalan yang mengalami kerusakan kecil belum bisa tersentuh karena material dan dana swadaya telah habis.

​Melalui aksi nyata ini, para pemuda berharap agar pemerintah desa maupun instansi terkait bisa lebih peka dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur publik.

​”Harapan utama kami, ke depannya kalau ada jalan rusak lagi, pihak setempat terutama pihak desa lebih memprioritaskan. Ini kan jalan utama yang dilewati warga dari dusun mana saja. Kalau rusak, mohon segera diperbaiki, kasihan warga yang jadi korban,” pungkas Sugiman.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar