Info Desa

Dinas Perkim Cek Sumur Pamsimas Rusak yang Bikin Warga Jombang Krisis Air

BARENG, Kabar Jombang.com– Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) di Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, masih terdampak krisis air bersih akibat sumur Pamsimas yang tidak berfungsi. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Jombang telah melakukan pengecekan awal dan menemukan pompa sumur mati. Namun, penyebab kerusakan secara keseluruhan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang, Sri Rahayu, mengatakan pihaknya mendatangi lokasi pada Senin (19/10/2026). Petugas bertemu dengan pengurus Pamsimas dan memeriksa langsung kondisi sumur yang tidak berfungsi tersebut.

“Jadi hari ini, kami sudah cek ke lokasi, kami bertemu dengan pengurus dan melihat lokasi sumur Pamsimas, dan kondisinya memang tidak berfungsi,” terang Sri Rahayu, yang akrab disapa Yayuk.

Hasil pemeriksaan awal, pompa sumur dipastikan mati sehingga membutuhkan penggantian. Namun, menurut Yayuk, kerusakan yang terjadi kemungkinan tidak hanya berkaitan dengan pompa. Kondisi sumur yang sudah lama juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat persoalan lain yang memengaruhi fungsinya.

“Jadi kondisi sumurnya juga memang sudah lama, mungkin butuh perawatan,” lanjutnya.

Yayuk menjelaskan, sumur Pamsimas tersebut memiliki kedalaman sekitar 98 meter. Dalam pemeriksaan awal, pihaknya mendapati pemasangan casing atau pelapis dinding sumur diduga tidak menjangkau hingga bagian bawah. Kondisi itu diperkirakan turut memengaruhi fungsi sumur, meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

“Casingnya tidak sampai bawah, sehingga kemungkinan mengganggu itu,” ujarnya.

Perkim berencana melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan kamera khusus untuk memastikan kondisi bagian dalam sumur. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan tim yang lebih ahli dengan peralatan lebih lengkap. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kerusakan sekaligus langkah penanganan yang diperlukan.

“Jadi nanti kita pakai kamera lubang itu, kita mau pastikan kondisinya di dalam juga, setelah itu baru bisa dipastikan penyebabnya apa dan penanganannya nanti bagaimana,” pungkas Yayuk.

Sementara itu, hasil pantau dilapangan, hingga Senin (19/10/2026) warga masih mengandalkan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang. Kepala Dusun Ngares, Kadis, mengungkapkan, kerusakan sumur Pamsimas berdampak pada sekitar 200 KK di wilayahnya.

Kadis mengatakan, pengecekan sumur memang sudah dilakukan oleh Dinas Perkim Jombang. Namun, hingga Senin (19/10/2026), perbaikan belum dimulai sehingga warga masih bergantung pada bantuan air bersih yang disalurkan menggunakan truk tangki.

“Untuk sumurnya memang sudah dicek, tapi proses perbaikan belum, sehingga masih mengandalkan air ini,” kata Kadis saat diwawancarai.

Menurutnya, bantuan air bersih yang dikirim setiap dua hari sekali menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumur Pamsimas belum kembali berfungsi.

“Ya sementara masih mengandalkan air kiriman, setiap dua hari sekali ini dikirim,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Jombang memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama kebutuhan dasar warga belum terpenuhi. Bantuan disalurkan setiap dua hari sekali dengan total suplai sekitar 10.000 liter dalam satu periode distribusi. BPBD juga menyediakan tandon air dan 150 jeriken untuk membantu warga menampung air bersih.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Kebondalem sebelumnya menyatakan telah mengirimkan surat kepada pihak terkait pada 14 Oktober 2026 untuk meminta perbaikan fasilitas Pamsimas. Warga Dusun Ngares telah mengalami kesulitan air bersih selama sekitar sepekan akibat kerusakan pompa. Hingga Senin (19/10/2026), warga masih harus mengantre untuk mendapatkan air dari tandon bantuan sambil menunggu tindak lanjut perbaikan sumur.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman