Info Desa

BPBD Jombang Pastikan Suplai Air Bersih Warga Kebondalem Berlanjut hingga Kebutuhan Air Terpenuhi

BARENG, Kabar Jombang.com- Bantuan air bersih bagi warga Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, akan terus disalurkan selama kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi. BPBD Jombang menegaskan, bantuan tidak otomatis dihentikan ketika pompa Pamsimas kembali berfungsi, melainkan bergantung pada kecukupan air yang dapat diakses warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, melalui Supervisor BPBD Jombang, Setvy Maria, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan setiap dua hari sekali dengan total suplai 10.000 liter dalam satu periode distribusi. Bantuan mulai disalurkan pada Kamis (15/10/2026), sedangkan pengiriman berikutnya dijadwalkan pada Senin (19/10/2026).

“Patokan kami bukan hanya kondisi sumur Pamsimas saja, tapi pemenuhan kebutuhan hidup dasar masyarakat yang dalam hal ini adalah air bersih,” ujar Pepi, nama akrabnya saat diwawancarai, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, apabila pompa Pamsimas kembali berfungsi tetapi debit airnya belum mencukupi kebutuhan warga, BPBD tetap akan melanjutkan bantuan. Volume distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi pasokan di lapangan.

“Jadi seandainya sumber Pamsimasnya sudah jalan dan ternyata kok masih kurang air untuk kebutuhan masyarakat, ya akan tetap kami dorong, walaupun mungkin jumlahnya dikurangi,” ucapnya.

Sebaliknya, bantuan akan dihentikan ketika sumber Pamsimas berfungsi dengan baik dan kebutuhan air bersih warga telah terpenuhi.

“Kalau memang sumber Pamsimasnya berfungsi dan clear, kebutuhan hidup masyarakat terpenuhi semua, ya sudah, kami selesai. Jadi targetnya bukan Pamsimas jadi atau enggak, tapi kebutuhan hidup dasar masyarakat dalam hal ini air tercukupi,” tegasnya.

Dalam setiap kegiatan distribusi, BPBD Jombang mengandalkan satu truk air bersih yang melakukan dua kali perjalanan. Keterbatasan armada menjadi kendala tersendiri karena BPBD Jombang memiliki dua truk air bersih, tetapi satu unit telah dialihfungsikan untuk mendukung penanganan kebakaran.

“Kami hanya punya dua truk air bersih. Hanya dua. Itu pun yang satu sudah kami alihfungsikan jadi suplai damkar. Sehingga prinsip kami hanya punya satu suplai air bersih,” ungkap Pepi.

BPBD Jombang membeli pasokan dari PDAM untuk memenuhi kebutuhan air yang dibagikan kepada warga. Pengambilan air dilakukan melalui PDAM, termasuk di wilayah Bareng untuk salah satu perjalanan distribusi.

“Kami ngambilnya dari air PDAM. Jadi Insya Allah airnya selalu akan ada. Jadi yang kami distribusikan ke masyarakat itu bukan air ngawur, tapi airnya air PDAM. Kami beli di PDAM, kami distribusikan,” jelasnya.

Selain pasokan air, BPBD Jombang juga memberikan bantuan berupa 4 tandon air dan 150 jeriken. Setiap kepala keluarga (KK) mendapat satu jeriken untuk membantu menampung air bersih yang didistribusikan.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Jombang, jumlah warga terdampak kesulitan air bersih di wilayah Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Bareng, Jombang diperkirakan mencapai 500 jiwa. Bantuan penampungan air itu disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga selama sumber air yang biasa digunakan belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mengenai evaluasi bantuan, BPBD berencana melakukan peninjauan setelah tujuh kali pengiriman. Evaluasi tidak hanya menyangkut kondisi pompa Pamsimas, tetapi juga jadwal operasional pompa irigasi atau irpom yang disebut dapat memengaruhi ketersediaan air.

“Paling nanti kami evaluasinya setelah tujuh kali pengiriman. Tapi evaluasinya termasuk kondisi Pamsimasnya bagaimana dan penjadwalan irpomnya bagaimana. Karena menurut saya irpom pengaruh banget dengan debit air sumur warga,” ucap Pepi.

Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk melihat perkembangan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat. BPBD Jombang membuka kemungkinan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendorong percepatan perbaikan pompa Pamsimas yang rusak.

“Kami bisa melakukan intervensi dengan cara koordinasi antar pihak terkait supaya perbaikan Pamsimas ini bisa segera ditindaklanjuti,” pungkas Pepi.

Langkah koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sehingga warga bisa kembali memperoleh air dari sumber yang biasa digunakan. Meski demikian, keberlanjutan bantuan tetap akan mempertimbangkan kondisi riil pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Ngares mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar sepekan akibat kerusakan pompa Pamsimas. Sejumlah warga terpaksa mengantre untuk memperoleh bantuan air, dengan jatah sekitar tiga hingga empat jeriken per keluarga.

Pemerintah Desa Kebondalem menyatakan telah mengirimkan surat kepada pihak terkait pada 14 Oktober 2026 untuk meminta perbaikan fasilitas tersebut. Hingga Sabtu (17/10/2026), perbaikan pompa belum ditindaklanjuti oleh instansi terkait, sementara warga masih mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman