IDI Jombang: Punya Riwayat Penyakit Harus Lebih Waspada Virus Corona

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan virus menginfeksi saluran napas atas dan bawah, serta dapat mengakibatkan gagal napas berat dengan cepat, diikuti gagal banyak organ tubuh, dan berakibat kematian.

Lalu, siapa yang rentan terinfeksi virus Corona, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jombang, dr Achmad Iskandar Dzulqornain mengatakan, siapa pun bisa terinfeksi virus Corona ini dan tidak ada batasan usia.

Baca Juga

Namun, orang usia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, lebih rentan menderita sakit parah jika terinfeksi virus Corona. Seperti, memiliki riwayat sakit kencing manis, darah tinggi, diabetes, hipertensi, jantung, TBC, hamil, orang kegemukan.

“Orang-orang seperti ini, harus berhati-hati, karena akan cenderung menjadi parah apabila terindikasi virus Corona,” kata dr Iskandar, begitu Direktur RSUD Ploso ini biasa disapa, Sabtu (27/6/2020).

Dikatakannya, sebagai langkah antisipasi pada orang mempunyai riwayat penyakit agar tidak tertular Covid-19, diperlukan mematuhi protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. Mengingat, virus Corona masih belum ditemukan vaksinnya, hingga kini.

Di antaranya sering-sering cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol. Selalu jaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin. Tetaplah di rumah jika merasa tidak enak badan.

“Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan lengan atau tisu. Jika Anda demam, batuk, atau kesulitan bernapas segera cari bantuan medis. Apabila abai dengan protokol kesehatan itu, maka ini sangat khawatirkan,” terangnya.

dr Iskandar mengatakan, untuk mendeteksi virus corona ada atau tidak di dalam tubuh seseorang, sebenarnya sangat perlu dilakukan rapid test. Tujuannya, untuk penjaringan orang tersebut memiliki risiko atau tidak.

Pihaknya mencontohkan, si A di-rapid test ternyata hasilnya reaktif, secara otomatis petugas medis sudah melakukan penjaringan. Selanjutnya, petugas medis menentukan langkah, salah satunya mengisolasi agar tidak menular atau tertular orang lain.

Untuk cara lain, petugas melacak (tracing) orang yang berkaitan atau pernah kontak dengan si A. Dari tracing tersebut akan diketahui siapa yang jelas-jelas positif Covid-19.

“Jadi tidak boleh salah. Apabila seseorang rapid test-nya reaktif belum tentu dia betul-betul postif. Dan sebaliknya, orang yang non reaktif belum tentu tidak positif. Makanya, biasanya petugas kesehatan selain mengunakan rapid test, juga menggunakan cara lain seperti menanyakan kontak-kontaknya, serta riwayat perjalanannya,” katanya.

Dikatakan dr Iskandar, seseorang terpapar Covid-19 diketahui dari hasil test Swab. Jika hasil Swab-nya positif maka seseorang tersebut terkonfirmasi positif virus Corona. Begitu juga sebaliknya, meskipun seseorang sedang batuk, demam, tapi hasil swab-nya negatif berarti yang bersangkutan adalah negatif.

“Semua orang yang hasil swabnya positif maka bisa dinyatakan positif. Seseorang terkonfirmasi positif atau negatif tergantung pada hasilnya swabnya,” ujarnya.

Namun, lanjut dr Iskandar, kebanyakan kasus di Jombang, seseorang sedang sakit lalu dilakukan test Swab, namun hasil Swab belum diketahui karena belum keluar, dan seseorang tersebut meninggal. Maka, demi kehati-hatian, yang meninggal tadi dimakamkan sesuai prosedur tetap (Protap) covid-19.

“Apabila beberapa hari kemudian hasil Swab-nya negarif, harus diakui meninggalnya bukan karena terinfeksi Covid-19,” tutur dr Iskandar.

Menurutnya, virus Corona yang berada di dalam tubuh manusia sudah meninggal, sebenarnya masih ada. Dengan begitu, jenazah tidak boleh dimandikan secara biasa. Tapi harus ditangani petugas medis sendiri.

“Apabila jenazah terpapar Covid-19 sudah dimakamkan secara benar, insyaAllah tidak ada masalah. Dalam beberapa hari virus pada jenazah akan hilang, karena virus Corona itu butuh oksigen untuk bertahan hidup,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait