Istri Siri Kedua Pemilik RS Pelengkap Jombang, Dilaporkan Madu Mudanya

Istri siri ketiga dr Husnu, Ninik yang mengadukan istri siri kedua dr Husnu, Anjarwati. (Slamet).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Istri siri ketiga dr Husnu, pemilik RS Pelengkap Jombang, Ninik Pratiwi (41), melaporkan Anjarwati yang tak lain  adalah istri siri kedua dr Husnu, ke Polres Jombang.

Laporan ke Polres Jombang, istri siri ketiga dr Husnu tersebut dengan bukti laporan bernomor LP B/56/VI/Res.1.6/2021/ Reskrim / SPKT Polres Jombang, Selasa (16/6/2021) lalu. Laporan tersebut terkait dugaan pengeroyokan.

Baca Juga

Sebagai pelapor, Ninik Pratiwi menceritakan, sekitar selama dua bulan suaminya dr Husnu sudah tidak pulang ke rumah.Sehinggasetiap hari anaknya yang kecil terus menayakan bapaknya.

Diceritakan, Minggu (15/6/2021) sekitar sekitar pukul 18. 30 WIB, bersama anaknya yang kecil kerumah kakaknya di Desa Sengon, Jombang. Ketika itulah lewat depan rumah Anjarwati di Jalan Patimura Jombang.

“Pas lewat anak saya tahu abahnya ada disitu. Kemudian tanya abah kok ada disitu, terus saya jawab itu rumah sopir abah pak Ateng. Gak mungkin saya jawab itu rumah istrinya abahnya yang kedua. Karena masih anak-anak belum saatnya tahu masalah orang tuanya. Selanjutnya saya terus jalan kerumah kakak saya di Desa Pandawangi, “ujar Ninik Pratiwi.

Selanjutnya, kata Ninik Pratiwi, setelah Maghrib anaknya minta ketemu ayahnya yang kemudian kembali ke rumah istri Anjarwati. Nah, kebetulan ketika dr Husnu di depan rumah mau masuk.

Ketika itulah dihampiri Ninik dan ditanya kenapa dua bulan tidak pulang yang terus ditanyakan anak-anak. ”Saya juga minta pertanggungan jawab kelanjutnya bagaimana. Disamping itu saya minta surat peryataan pengakuan anak dan tangung jawabnya untuk ditanda tangani tetapi tidak mau terus  malah  masuk rumah,”ujar Ninik.

Saat itu Ninik terus mengejar masuk, namun didorong melarang masuk. “Tapi tetap saya terobos masuk. Di ruang tamu saya sodorkan suruh tanda tangan pernyataan tetap tidak mau saya tidak digubris,”ujarnya.

Lebih lanjut Ninik menceritakan, pada saat bersamaan istri kedua Husnu, Anjarwati muncul ke ruang tamu. Suasana semakin panas. Apalagi, lanjut Ninik Pratiwi, istri kedua Husnu juga ikut mengolok-olok anak Ninik. Cekcok antara Husnu, istri kedua, dan istri ketiga makin panas. Perang mulut berubah menjading perang fisik.
“Oleh Anjarwati, saya didorong hingga terjengkang. Kemudian saya dipukul, ditendang, dicakar. Suami saya juga ikut membantu mereka mendorong saya. Termasuk dua anak Mbak Anjar juga mengeroyok saya. Keduanya mahasiswi,” kata Ninik

Keributan di rumah Anjarwati baru mereda ketika beberapa tetangga datang melerai. Perang fisik  berhenti. “Saya kemudian pulang. Nah, pada Selasa (15/6/2021) saya melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Polres Jombang,”jelasnya.

Terpisah, istri kedua Husnu, Anjarwati saat dihubungi via telephon mengatakan dirinya tidak tahu kalau dilaporkan polisi. Dikatakan, sampai saat ini belum ada panggilan dari polisi.

“Kalau dilaporkan pengroyokan itu tidak benar, bohong besar tidak ada pengroyokan,”katanya pada KabarJombang.com Kamis (17/6/2021).

Sementara itu, dr Husnu Raji’in saat dikonfirmasi membenarkan jika istri ketiganya Ninik mendatangi
runah istri keduanya. Memang kedua istrinya tersebut terjadi cekcok mulut. Namun dikakan dr Husnu tidak ada yang pukul-pukulan atau pengroyokan.

“Tidak ada penggroyakan, hanya perang mulut saja. Tentangga datang karena ada suara cekcok.  Tetangga datang untuk melerai agar tidak ribut hanya itu. Jadi tidak benar kalau ada pengroyokan,”katanya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan membenarkan adanya laporan dari Ninik. Namun AKP Teguh tidak berkomentar panjang. “Kedua belah pihak belum kami panggil. Penyidiknya masih cuti,” katanya singkat.

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait