Gedung Kantor BPD dan PKK Desa Glagahan Perak Ambruk Dimakan Usia

Kepala Desa Glagahan Perak , H. Arifien saat menunjukkan bekas ambruknya gedung Kantor BPD dan PKK di desanya. (Foto: Beny Endro)
  • Whatsapp

PERAK, KabarJombang.com – Salah satu bangunan yang berada di era Balai Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, ambruk, pada Sabtu (15/2/2020). Diduga bangunan itu ambruk, karena material konstruksi lapuk dimakan usia.

Seorang warga desa setempat, Satiman, (50) mengungkapkan, peristiwa ambruknya balai desa terjadi secara tiba-tiba, pada hari Sabtu (15/2/2020) siang. Dia katakan waktu itu tak ada angin ataupun hujan. Secara tiba-tiba bangunan yang biasa digunakan untuk kegiatan PKK dan BPD tersebut ambruk begitu saja.

Baca Juga

“Ambruknya hari Sabtu (15/2/2020) siang. Bangunan yang ambruk itu digunakan untuk Kantor PKK dan BPD. Tapi tadi pagi sudah dibersihkan oleh warga dan perangkat desa,” ujar Satiman, Minggu (16/2/2020) sore.

Kepala Desa Glagahan Perak Jombang, Arifien dikonfirmasi di lokasi kejadian, mengungkapkan, sejak dibangun pada 1976, bangunan itu belum pernah direhab.

“Bangunan itu sudah lama berdirinya, dibangun sejak tahun 1976, dan belum pernah diperbaiki. Hari Sabtu (15/2/2020) siang kemarin, tiba-tiba roboh. Mungkin roboh karena material dari konstruksi lapuk lantaran sudah termakan usia. Pada saat gedung itu roboh tidak ada orang di dalamnya, ” kata Arifien, Mingu (16/2/2020).

Meski begitu, ia menjamin pelayanan desa tidak akan terganggu. Pasalnya, gedung lainnya tidak ikut roboh. “Saya menjamin, pelayanan bagi warga tidak akan terganggu, karena gedung yang roboh itu memang bukan untuk tempat pelayanan atau untuk menyimpan arsip-arsip penting,” katanya.

Arifien melanjutkan, untuk membangun ulang gedung yang ambruk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan. Utamanya akan melakukan Musyawarah Desa dengan meminta persetujuan menggunakan Dana Desa (DD).

“Di sebelah timur gedung yang roboh itu kan terlihat ada pondasi. Pondasi itu kita rencanakan untuk pembangunan gedung yang baru. Belum terealisasi, namun gedung yang lama terlebih dahulu roboh,” jelasnya.

Anggaran yang untuk kebutuahan itu, menurut Arifien, sekitar Rp. 100 juta.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait