Lapak Pasar Perak Jombang Banyak Kosong, Pedagang di Luar Diimbau Masuk

Lapak Pasar Perak Jombang yang masih banyak kosong. (Anggit).
  • Whatsapp

PERAK, KabarJombang.com – Lapak di pasar Perak Jombang masih banyak yang kosong. Pedagang di jalan desa disarankan untuk kembali ke pasar yang baru.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), Suwigyo saat menyebut, pihaknya menyarankan pedagang di luar untuk masuk ke dalam.

Baca Juga

“Harus pindah pedagang pasar di jalan desa untuk kembali masuk ke pasar yang baru di bangun. Ini masih koordinasi dengan berbagai pihak yang ada,” ucapnya saat dikonfirmasi Senin (21/8/2023).

Salah satu langkah untuk kembali mengajak para pedagang di luar masuk ke pasar baru yakni dengan membuat kebijakan baru. Lebih lanjut, kebijakan tersebut nantinya ditujukan agar lapak milik pedagang yang kosong dapat segera terisi.

Dari pantauan KabarJombang.com, bangunan pasar Perak ini terdiri dari dua lantai. Lantai I terdiri dari 13 unit toko, 84 unit kios, 12 los lesehan, 160 unit gledek, 1 unit kamar mandi dan 1 unit ipal.

Sementara di lantai II terdiri dari kantor pengelola pasar, 152 unit kios dam kamar 2 unit kamar mandi serta 5 los lesehan. Dari jumlah itu, di lantai satu hanya ada puluhan pedagang dan sisa lapaknya masih banyak yang kosong.

Hal itu juga terjadi di lantai II juga kondisinya sama. Hanya ada puluhan pedagang dari ratusan lapak yang disediakan. Saat ditanya apakah sebenarnya lapak di pasar Perak sudah ada pedagangnya? Ia mengatakan ada.

“Ada sudah diundi juga,” ujarnya.

Untuk meramaikan kembali lapak yang saat ini masih banyak yang kosong. Pasar yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah ini, peraturan baru akan dibuat.

Seperti salah satu peraturan tersebut yaitu, jika dalam waktu tiga bulan, bedak, kios maupun los tidak kunjung diisi, maka pedagang wajib mengembalikan kepada dinas. Setelah kembali itu, lalu fasilitas akan diberikan kepada pedagang lain yang tidak mempunyai tempat.

Sebagai informasi, setelah selesai dibangun dan diresmikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pasar Perak digadang-gadang menjadi pasar percontohan smart economy atau ekonomi cerdas.

Tujuannya untuk meningkatkan penataan industri primer, sekunder dan tersier yang nantinya akan menjadi penunjang dalam pembentukan ekosistem keuangan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan pasar ini juga dibangun dua tahap. Dimana tahap I (satu) pembangunannya dimulai pada tahun 2021 dengan menyerap anggaran sebesar Rp6.631.705.000 dan proses pembangunan tahap ke II selesai pada tahun 2022 dengan menyerap anggaran sebesar Rp4.135.076.000.

Sehingga, total anggaran untuk pembangunan Pasar Perak sebesar Rp10.766.781.000 (sepuluh milyar tujuh ratus enam puluh enam juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu rupiah).

ANGG

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait