Karnaval Ditiadakan, Persewaan Baju dan Salon Rias di Jombang Makin Sepi

Siswati (42) menunjukkan koleksi bajunya ketika ditemui di salon tempat usahanya.
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Dilarangnya kegiatan mengundang kerumunan sebagaimana Surat Edaran (SE) 003/5339/415.10.3.2/2020 yang diterbitkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, tentang Pedoman Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-75, membuat sejumlah wilayah di Kota Santri tidak menggelar Karnaval.

Ini tentunya berimbas pada sejumlah pekerja seni seperti, tukang rias dan persewaan baju. Seperti dialami Siswati (42), pemilik persewaan baju dan rias salon di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Usahanya terpaksa ditutup sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini, lantaran sepinya pelanggan.

Baca Juga

Tak hanya menyewakan baju untuk karnaval saja, Siswati mengaku juga menyewakan busana untuk wisuda, perpisahan, drumb band, dan kegiatan Kartini-an.

Berhubung pandemi Covid-19 melanda sejak akhir Maret 2020 lalu, segala kegiatan yang mengundang kerumunan terlebih sektor pendidikan ditutup, membuat penghasilan menurun drastis. Ditambah lagi, tidak adanya gelaran karnaval pada tahun ini.

“Sejak Maret 2020 lalu, job saya banyak yang batal. Apalagi, karnaval Kartini-an kemarin, dan kini karnaval Agustusan, nggak digelar. Tambah malas buka salon,” keluh Siswati, Rabu (19/8/2020).

Ia mengaku, membuka kembali salonnya sekitar 2 hari lalu. Lantaran sepi pengunjung, ia pun mengaku malas membuka salon dan galeri persewaan bajunya. “Mending saya ngurus pekerjaan rumah, daripada buka tapi nggak ada pelanggan,” sambungnya.

Siswati juga mengatakan, ikut dalam aksi unjukrasa pekerja seni, pengusaha sound sytem dan persewaan baju akhir Juli 2020 lalu sebagai upaya menyuarakan pendapat agar dibukanya kembali hajatan. Ia juga berharap, Pemkab Jombang memperbolehkan semua sector usaha dibuka kembali, agar roda perekonomian bisa kembali pulih.

Seretnya penghasilan, juga dirasakan Indra (32) pengusaha salon dan rias di Blimbing, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Penghasilannya makin turun drastis dengan tidak digelarnya karnaval.

“Saat ini memang job sepi dibanding sebelum pandemic Corona. Apalagi bulan Suro (Muharram) ini, warga nggak ada yang menggelar resepsi pernikahan,” ungkapnya pada
KabarJombang.com, Rabu (19/8/2020)

Dengan ditiadakanya karnaval pada tahun ini, Indra hanya bertumpu pada penghasilan salonnya saja. Ia juga berharap sama dengan warga lainnya, yakni pandemi Covid-19 segera berakhir dan kegiatan dapat seperti sediakala. “Semoga saja kondisi pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait