Harga Kedelai Naik, Karena Musim Panen Mundur

Kedelai impor yang dijual dipasar Blimbing, Gudo. (Foto : Daniel).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Terkait melambungnya harga kedelai imporsebesar Rp 9.200 dari  Rp 7.000 per kilo gram, akibat mundurnya musim panen kedelai lokal. Demikian itu ditegaskan pihak Disperindag Jombang.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Disperindag Kabupaten Jombang, Nursila Cahyani mengatakan, pemberdayaan kedelai merupakan wewenang dari Dinas Pertanian. Namun pihaknya memperkirakan kedelai impor naik, akibat masa panen kedelai lokal mundur.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

“Untuk pemberdayaan kedelai di Dinas Pertanian, tapi hari ini nanti kita ada rapat dengan provinsi terkait kedelai. Dan mungkin kenaikan harga karena memang kedelai lokal masa panen kisaran bulan Februari dan Maret. Jadi pasokan atau permintaan untuk kedelai impor melonjak,” ungkapnya pada KabarJombang.com, Selasa (6/1/2021).

Menurutnya, imbas dari naiknya harga kedelai impor  membuat harga jual komoditi pangan seperti tahu dan tempe mengalami kenaikan di sejumlah pasar di Kabupaten Jombang.

Sembari menunggu hasil rapat dengan pihak Provinsi Jawa Timur, upaya yang dilakukan Disperindag Jombang masih sebatas monitoring pemantaun harga.

“Ya tetap kita koordinasi dengan OPD terkait dan merapatkan barisan untuk melakukan monitoring pemantauan harga,”pungkasnya.

 

Berita Terkait