Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Jombang Sulap Tikar Daun Pandan Jadi Tas

Nurhadi menyelesaikan pembuatan tas dari daun pandan di Kabuh, Kabupaten Jombang. Kabarjombang.com/M Fa'iz/
Nurhadi menyelesaikan pembuatan tas dari daun pandan di Kabuh, Kabupaten Jombang. Kabarjombang.com/M Fa'iz/
  • Whatsapp

KABUH, KabarJombang.com – Pandemi covid-19 membuat aktivitas usaha mengedur. Terutama UMKM yang menjadi sektor paling terdampak.

Seperti kerajinan tikar di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang yang hampir saja bangkrut.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Di tanggan Nurhadi, kerajinan tikar pandan yang sudah hampir gulung tikar tersebut disulap menjadi aneka produk berbahan pandan.

Ia berinovasi merubah pandan yang biasanya hanya dijadikan tikar, menjadi aneka produk tas.

Beberapa produk tas berbahan pandan yang dipasarkan melalui media sosial ini sangat diminati masyarakat.

“Harga tikar sudah murah dan pesanannya juga menurun. Maka dari itu saya mencoba untuk lebih kreatif dalam menghasilkan daun pandan ini menjadi selain tikar,” kata pria berusia 31 tahun ini saat ditemui kabarjombang.com, Minggu (6/6/2021).

Menurut pria yang juga berprofesi sebagai guru ini, awalnya membuat tas dan produk lainnya dari padan hanya sekedar iseng.

“Awalnya iseng-iseng membuat tas dan pruduk lainnya yang semua bahan dari daun pandan. Dipasarkan dari mulut ke mulut dan sosial media, Alhamdulillah pesanan semakin meningkat dan meluas. Mulai dari masyarakat Jombang, Surabaya, hingga luar Jawa seperti Jakarta, Lombok dan lainnya,” ungkap pria yang kerap disapa mas Nur.

Seiring perkembangan waktu pesanan semakin banyak, Nur memutuskan untuk mengajak dan memberikan pelatihan pembuatan tas dari pandan.

Beberapa produk bikinan Nurhadi yakni, besek, keranjang bentuk segitiga dan keranjang hajatan, tempat botol, tempat tisu, sandal, dan paling banyak diminati tas keranjang.

Kerajinan berbahan dasar tersebut dijual mulai harga Rp 6 ribu hingga Rp 100 ribu per buah.

“Kita berharap agar pandemi cepat selesai, sehingga perekonomian kembali pulih,” pungkasnya.

Berita Terkait