Diduga Jalin “Hubungan Gelap”, 2 Perangkat Desa Sumberagung Jombang Dikabarkan Terjaring di Vila Pacet

Ilustrasi
  • Whatsapp

MEGALUH, KabarJombang.com – Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, dihebohkan dengan kabar dua perangkat desa setempat terjaring operasi yustisi di sebuah vila di kawasan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

NN, warga setempat yang meminta namanya agar diinisial ini mengaku juga menerima kabar tersebut seperti warga lain. Dikatakannya, perangkat desa tersebut terjaring operasi diduga saat berduaan di dalam sebuah vila di Pacet.

Baca Juga

“Kejadiannya pada Jumat 16 Oktober 2020, waktu itu memang dua orang perangkat desa berinisial ER dan SU sedang tidak berada di kantor. Waktu itu, ER bilang ada urusan di Jombang Kota. Sedangkan SU ada urusan di Sidoarjo. Eh ndelalah, ternyata mereka berdua terjaring operasi saat berduaan di vila Pacet Mojokerto,” tutur NN pada KabarJombang.com, Minggu (18/10/2020).

Dikatakan NN, berdasarkan informasi, KTP (kartu tanda penduduk) kedunya itu diperiksa, dan diketahui dua orang beda jenis kelamin itu beralamat di Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Jombang. Petugas pun langsung melapor ke pihak Pemdes setempat.

“Kan pas dilihat dari KTP-nya ternyata orang Sumberagung. Dan keduanya bukan suami istri. Kabarnya, petugas sana mengontak pihak sini, dan ada penjemputan ke sana,” jelas NN.

Dia memprediksi kedua perangkat tersebut melakukan perbuatan yang tidak patut dicontoh. Selain bukan suami istri, saat terjaring operasi keduanya sedang berada di dalam vila.

“Nggak mungkin nggak lapo-lapo. Pasti yo lapo-lapo (Jawa: Tidak mungkin tidak berbuat apa-apa. Pasti berbuat apa-apa). Berduaan di vila antara laki-laki dan perempuan, wis pasti, soalnya juga jam kerja. ER itu sebelumnya juga sering begitu, sering selingkuh-selingkuh begitu,” bebernya, tanpa menyebut secara gamblang yang dimaksud ‘berbuat apa-apa’ itu.

Dia juga mengatakan, jika sejumlah warga menyayangkan sikap Pemdes setempat yang hanya memberikan surat perjanjian, agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Setelah dijemput oleh Satpol PP kecamatan, Babin, dan pihak Pemdes itu dikumpulkan dan hanya disuruh menulis surat perjanjian saja. Kami selaku warga keberatan. Masak hanya gitu saja. Jelas-jelas itu bukan sikap baik sebagai perangkat desa,” lanjutnya bernada kesal.

Dari kejadian itu, NN mengatakan, desanya sedang dilakukan penjagaan ketat oleh Babin Desa setempat.

“Babin-Babin dari kemarin sudah siaga, jaga-jaga kalau ada apa-apa. Karena memang sampai saat ini, banyak warga yang geram atas kelakuan dua orang tersebut,” pungkasnya.

Namun sayang, Kepala Desa Sumberagung, Indiharto saat dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui nomor WhatsApp-nya, belum juga merespon.

INSTAGRAM

Berita Terkait