Cerita Dibalik Wisata ‘Watu Kloso’ Pandansili Ngampungan, Begini Kisahnya

Watu Kloso Pandansili Ngampungan, Kecamatan Bareng, Jombang. (Foto: Daniel).
  • Whatsapp

BARENG, KabarJombang.com – Tidak pada umumnya, wujud sebuah batu yang lazimnya bebentuk bulat. Kini ada batu berbentuk lebar dan memanjang atau kerap orang Jawa menyebut leter (datar).

Batu ini berada di kawasan wisata Pandansili, Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Ya betul, nama batu fenomenal itu adalah Watu Kloso atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan batu yang menyerupai tikar.

Baca Juga

Kepala Desa Ngampungan, Rohan, mengatakan,  nama watu kloso itu mengandung dua arti. Pertama disebut watu kloso karena pada zaman dahulu masyarakat Desa Ngampungan membuat tikar pandan atau orang Jawa menyebut kloso. Tikar pandan tersebut dijemur berjajar di atas bebatuan ini.

“Asal mula kawasan ini kan bernama Pandan Sili. Pandan berarti tumbuhan pandan, dulu itu banyak ikan yang ada di bawah pohon pandan namanya ikan Sili. Lalu pandan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan membuat tikar, dan tikar itu dijemur diatas batu ini. Maka banyak orang menyebut watu kloso karena aktivitasnya digunakan menjemur tikar,” ungkapnya pada KabarJombang.com.

Arti yang kedua, bisa disebut watu kloso adalah karena bentuknya. Ya bentuk dari batu ini adalah bagitu datar, sedikit berundak dan memiliki ukuran yang panjang. Sehingga bak menyerupai tikar atau kloso.

“Ini memang bentuknya datar dan memanjang seperti ini, makanya disebut watu kloso karena bentuk batu juga mirip tikar,” bebernya.

Watu kloso ini berada di aliran sungai, dan menjadi salah satu ikon wisata Pandansili. Aliran air yang jernih dan segar menambah gairah untuk para pengunjung yang datang untuk bermain air.

Selain bentuknya yang datar dan berundak, aliran air di watu kloso sangat ‘ciamik’. Aliran sungai itu dikatakanya Rohan, berasal dari pegunungan Wonosalam. Tentunya air yang mengalir jernih dan dingin.

“Pengunjung yang datang kemari biasanya digunakan untuk berswafoto, duduk dan bersantai menikmati pemandangan sekitar, serta kegiatan rekreasi bermain air,” imbuhnya.

Untuk menuju kawasan ini, anda harus masuk ke Wisata Pandansili terlebih dahulu, dengan biaya masuk Rp 5 ribu. Kemudian anda bisa memanfaatkan berenang di kolam peninggalan Belanda. Dan jangan lupa untuk menuju ke lokasi Watu Kloso yang jaraknya tak jauh dari pemandian Pandansili.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait