BPBD Jombang Peringatkan Bahaya Mematikan Sengatan Tawon ‘Ndas’

Tawon 'Ndas' yang di temukan di pekarangan warga di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pancaroba sudah mulai di Kabupaten Jombang. Pergantian musim dari Kemarau ke penghujan menyebabkan beberapa kejadian yang sempat meresahkan warga, salah satunya adalah banyaknya Tawon ‘Ndas’.

Serangan tawon ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir di Jombang. Namun tercatat di bulan Desember ini paling sering sekali ditemukan. Tawon yang dalam bahasa latinnya disebut Vespa Affinis itu biasa berada di pekarangan rumah warga atau di pohon.

Baca Juga

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, total selama bulan Desember ini ada 12 laporan adanya sarang tawon ‘Ndas’ di Jombang.

“Untuk bulan Desember ini saja sudah ada 12 laporan adanya sarang tawon ini. Terakhir kita dapat laporan di Tunggorono,” kata Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Jombang, Gunadi, kepada KabarJombang.com, Pada Kamis (26/12/2019).

Dia menyebut, tawon ‘Ndas’ jika dibiarkan akan terus berkembang biak, pasalnya musim pancaroba seperti ini bisa mempercepat perkembangannya.

Ia menjelaskan, tawon ‘Ndas’ bisa membahayakan keselamatan warga, karena kemungkinan terburuk dari sengatan tawon ini adalah kematian. “Jika disengat nanti awalnya itu merah dan gelaja bengkak. Nah ini jika dibiarkan akan menyebabkan hiperalergi berlanjut menjadi anafilaksis,” ujarnya.

Sederhanya, lanjut dia, dampak yang ditimbulkan jika tak kunjung mendapatkan perawatan akan menyebabkan gejala alergi berat, karena racun akan ini akan menyebar ke seluruh tubuh.

Sengatan tawon ‘Ndas’ menurut Gunadi bisa merusak secara sistemik pada organ tubuh. Resiko terbesar yang akan diterima korban sengatan tawon ‘Ndas’ adalah kehilangan nyawa.

“Ya sudah ada beberapa kasus kematian akibat sengatan tawon ini, contohnya di Klaten dan Tuban. Beberapa warga kehilangan nyawa akibat sengatan tawon ini,” kata dia.

Gunadi menyebut ciri-ciri dari tawon ‘Ndas’ berukuran 22 sampai -30 mm. Ukuran sarangnya bisa lebih 60 cm. Terdapat lingkaran kuning dan bagian kepala berwarna merah serta selalu aktif di siang hari.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait