Beredar Rekaman Video Call Pasien Isolasi Keluhkan Pelayanan ke Bupati Jombang

Tangkapan layar (screenshoot) rekaman video seorang pasien sedang melakukan percakapan lewat video call dengan Bupati Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Rekaman video salah satu pasien isolasi massal di Tenis Indoor, Jombang, sedang berbincang dengan Bupati Jombang Mundjidah Wahab melalui video call (VC), beredar dan mendadak menjadi viral di WhatsApp Grup (WAG), Sabtu (27/6/2020) malam.

Kepada Bupati Mundjidah, pria tersebut mengeluhkan pelayanan selama menjalani karantina. Selain itu, dalam video berdurasi sekitar 13 menit itu, dia mengaku dirugikan lantaran hasil Swab dirinya dan pasien isolasi lainnya, tak kunjung keluar alias lama.

Baca Juga

ST, istri salah satu pasien isolasi di Gor Tenis Indoor menyebut, pria sedang VC dengan Bupati Mundjidah itu adalah pak Kadir, berasal dari Desa/Kecamatan Bareng, Jombang. Dia ditunjuk sesama pasien di sana untuk menyampaikan keluhan.

“Informasi yang kami dapat, pak Kadir itu melakukan Rapid Test mandiri, untuk keperluan ke Maluku. Namun, dari hasil rapid, dia diarahkan ke Gor Tenis Indoor,” kata ST, yang hanya bersedia namanya disebut inisial saja, Minggu (28/6/2020).

Percakapan di video tersebut, Kadir mengatakan, para pasien isolasi di Tenis Indoor, mayoritas merasa dirugikan dengan hasil rapid test reaktif yang berujung isolasi massal. Selain tidak diperkenankan melakukan isolasi mandiri, para pasien tersebut sudah dicap sebagai pasien Corona oleh tetangga dan warga di desanya. Juga, keluarga yang ditinggal menjalani isolasi, tidak ada yang mengurus.

“Katanya desa akan menjamin memberi beras bagi keluarga yang kami tinggalkan. Tapi sampai saat ini tidak ada. Di sini juga banyak balita. Kalau pun Corona mematikan, pastinya balita yang di sini sudah meninggal,” keluh Kadir dalam video tersebut.

Dia juga mengutarakan, warga yang dikarantina tidak mempermasalahkan karantina dijalaninya, asalkan ada jaminan pengganti kerja. “Anehnya, selama diisolasi, tidak ada dokter yang memeriksa. Para pasien hanya diberi vitamin saja,” sambung Kadir.

Sementara Kadir, saat dikonfirmasi KabarJombang melalui sambungan telepon, membenarkan video percakapan VC dengan Bupati Mundjidah, yang beredar luas itu adalah dirinya. Hanya saja, dia tidak mengetahui kalau VC sedari pukul 19.49 WIB hingga 20.16 WIB tersebut direkam lalu menjadi viral.

“Kalau VC dengan Bupati itu memang sudah ada agendanya. Tapi kami nggak tahu kalau direkam, lalu saat ini viral,” katanya.

Dia juga mengaku ditunjuk sesama pasien isolasi untuk mengutarakan situasi dan kondisi selama masa karantina. “Berhubung pasien di sini nggak berani, maka kami lah yang ditunjuk para pasien untuk mewakilinya. Para pasien menuliskan keluhannya. Ya semuanya kami sampaikan seperti di video itu,” sambungnya, Minggu (28/6/2020).

Dia memastikan, Bupati Mundjidah sudah menerima keluhan dan keinginan para pasien melalui VC tersebut. Bahkan, lanjutnya, Bupati segera berkoordinasi dengan seluruh dokter untuk ditindaklanjuti.

“Katanya sih Senin besok akan dilakukan evaluasi, dan akan ada tindakan langsung pada pasien isolasi. Bupati juga mengatakan, alat Swab di RSUD Jombang sudah bisa beropresai, sehingga hasilnya bisa diketahui dalam dua hari,” bebernya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang saat dikonfirmasi terkait hal ini, mengaku tidak banyak tahu. Pihaknya menyarankan agar mengkonfirmasi ke pihak RSUD Jombang. “Monggo, langsung saja ke pihak RSUD,” jawabnya singkat melalui saluran telepon, Minggu (28/6/2020).

Sayangnya, Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran saat hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui saluran telepon, tidak diangkat. Meski nada telepon nyambung terdengar.

INSTAGRAM

Berita Terkait