Antisipasi Gagal Panen Karena Tikus, Petani Jagung di Tembelang Gunakan Plastik

Mukhlis saat memasang plastik pada tanaman jagungnya guna menghindari serangan tikus. (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

TEMBELANG, KabarJombang.com – Karena tidak ingin hasil panen jagung miliknya gagal panen akibat serangan hama tikus. Petani jagung di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menangkal serangan tikus dengan plastik.

Seperti yang dilakukan Mukhlis (37) menggunakan plastik di tanaman jagung miliknya untuk menangkal tikus. Nampak plastik disarungkan dengan lubang diujung atasnya ke jagung yang sudah selesai masa penyerbukan.

Baca Juga

Langkah tersebut dia ambil untuk menekan resiko gagal panen jagung akibat serangan tikus.”Langkah ini saya ambil memang pengen saya tetap bisa panen dengan maksimal. Karena banyak tanaman jagung disini diserang tikus. Memang butuh usaha dan ketlatenan, tidak masalah yang penting hasil panen tidak kalah dengan yang dimakan tikus.”tuturnya pada KabarJombang.com Jumat (21/11/2020).

Mukhlis mengaku,  upaya yang dilakukan untuk menangkal serangan tikus setelah berbagai cara telah dicoba.

“Sudah saya coba lakukan apapun cara agar tikus ini tidak gencar makan jagung. Dan dengan plastik ini yang saya rasa paling efektif unntuk menyelamatkan hasil panen, dan sudah dua musim ini saya coba. Alhamdulillah setidaknya tidak terlalu rugi daripada saya harus pasrah jagung dimakan tikus.”ungkapnya.

Lebih lanjut, Mukhlis membeberkan upaya yang pernah dilakukan sebelumnya dalam menangkis serangan tikus di sawahnya.

Segala cara sudah pernah dilakukan Mukhlis, mulai dari beras dicampur obat, tikusnya tidak mau makan, kasih semangka juga gak dimakan.

“Beberapa bagian jagung dikasih obat juga bisa milih, saya gunduli daunnya gak mempan, rumputnya disemprot obat juga gak mempan. Dan saya coba yang terakhir ini yang paling efektif. Karena kan plastik licin dan tikus ribet kalau mau makan tapi ditutupi.”terangnya.

Dibantu bersama sejumlah pekerjanya, Mukhlis memasukkan plastik ke jagung yang terlihat masih ada harapan untuk diselamatkan.

“Jagung yang kelihatannya masih bisa diselamatkan ya itu yang kita blongsongi (dimasukkan plastik). Kalau trlihat 50% atau lebih sudah dimakan tikus biasanya saya biarkan saja. Memang butuh waktu dan tenaga, tapi yang penting panen aman daripada rugi.”tandasnya.

Dikatakan Mukhlis, bahan plastik yang digunakan untuk melindungi jagung  akan lebih baik dab irit menggunakan plastik bekas. Namun masih layak agar tidak menambah beban biaya.

“Gampang kok kalau tidak mau nambah beban biaya bisa pakai plastik yang bekas, jadi sekaligus memanfaatkan barang yang tidak terpakai agar terpakai lagi. Dan tentu yang kita beri plastik adalah jagung yang sudah selesai masa penyerbukannya. Untuk menghindari agat jagung tidak mengkeret yang tidak sesuai dengan hasil yang kita mau.”pungkasnya.

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait