Anggota DPR RI Sadarestuwati Tekankan Pentingnya Pendekatan Komprehensif dalam Perencanaan Pembangunan

Anggota DPR RI, Sadarestuwati saat berbicara di depan peserta seminar di Aula DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pembangunan merupakan sinergi kepentingan dari berbagai unsur, baik pemerintah di beberapa tingkatan. Untuk mencapai pembangunan mestinya ada perencanaan dan beberapa pendekatan.

Hal ini disampaikan, Saderstuwati, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dalam seminar Nasional tentang Proses Penganggaran Pada Lembaga Negara, di Aula DPC PDI Perjuangan Jombang Kemarin Minggu (23/2/2020)

Baca Juga

“Menurut UU No 25 Tahun 2005 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional, Perencanaan itu suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia,” terang Estu, nama panggilannya.

Dalam melakukan pembangunan, sistem perencanaan pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan. Dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan.

“Tentunya dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara baik di Pusat dan Daerah dengan melibatkan Masyarakat,” ujar dia.

Melanjutkan, dalam sistem perencanaan pembangunan nasional sendiri mencakup lima pendekatan dalam seluruh rangkaian perencanaan yaitu.

“Pendekatan Politik, Pendekatan Teknokratif, Pendekatan Partisipasif, Pendekatan Atas – Bawah (Top Down) Pendekatan Bawah – Atas (Bottom Up),” ungkapnya.

Pendekatan politik dikatakannya karena Rakyat pemilih menetukan pilihanya berdasarkan program – program pembangunan yang ditawarkan masing – masing calon.

“Rencana pembangunan adalah penjabaran dari janji politik atau penjabaran Visi Misi yang ditawarkan oleh Presiden, Anggota Legislatif, Kepala Daerah yang terpilih, kemudian dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah,” katanya.

Sedangkan untuk pendekatan teknokratif, menurutnya dilaksanakan dengan menggunakan metode berpikir ilmiah, supaya tidak meghasilkan karya yang berantakan.

Ia menjelaskan, dalam melakukan pembangunan juga perlu melibatkan semua pihak yang memiliki kepentingan (Stakeholder). “Pelibatan mereka itu untuk mengagregasi, inspirasi dan menumbuhkan rasa memiliki,” bebernya.

Tidak hanya itu, semua itu bisa diwujudkan dengan komunikasi dan pendekatan atas bawah, contohnya dengan Musrenbag dan Reses.

Lima tahapan pendekatan ini dikatakannya sangat penting, mengingat pembangunan merupakan sinergi kepentingan dari berbagai unsur baik pemerintah di beberapa tingkatan.

“Unsur Masyarakat dan kelembagaan yang berperan, maka diperlukan pendekatan perencanaan yang komprehensif,” pungkasnya.

Dalam seminar kemarin juga dihadiri oleh sejumlah narasumber, di antarnya Bahana Bela Binanda pengurus DPC PDIP dan Imron Sekretaris Bapeda Jombang. Seminar itu juga diikuti oleh perwakilan organisasi pemuda, Kepala Desa dan perangkat, serta pendamping desa.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait