Advertorial

SMPN 3 Mojoagung Borong Medali PORKAB, Prestasi Olahraga Beriringan dengan Komitmen Adiwiyata

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – SMPN 3 Mojoagung kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu sekolah yang konsisten mengembangkan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Terbaru, para siswa sekolah tersebut sukses memborong sejumlah medali dan trofi dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Jombang dari cabang olahraga dayung dan petanque.

Pada cabang olahraga dayung yang digelar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jombang, kontingen SMPN 3 Mojoagung tampil gemilang pada nomor Dragon Boat. Atlet putra dan putri sekolah tersebut sama-sama berhasil meraih Juara 1, sekaligus mengawinkan gelar juara pada kategori putra dan putri.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di lingkungan SMPN 3 Mojoagung mampu melahirkan atlet-atlet muda yang kompetitif dan bermental juara.

Tak berhenti di cabang dayung, prestasi membanggakan juga ditorehkan para siswa SMPN 3 Mojoagung dalam cabang olahraga petanque. Tim sekolah berhasil meraih Juara 1 Triple Putri, kemudian Juara 2 Ganda Putra.

Selain itu, tiga trofi lainnya juga berhasil dibawa pulang, masing-masing Juara 3 Triple Putra, Juara 3 Ganda Putri, dan Juara 3 Tunggal Putri.

Kepala SMPN 3 Mojoagung, Zainul Arifin. (Istimewa)

Kepala SMPN 3 Mojoagung, Zainul Arifin, mengapresiasi perjuangan para siswa, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mendukung capaian tersebut.

“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat para siswa dalam menjalani proses latihan. Kami tentu sangat bangga, karena mereka tidak hanya mampu membawa nama baik sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa potensi dan bakat peserta didik harus terus diberikan ruang untuk berkembang,” ujar Zainul Arifin Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, prestasi olahraga tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa. Kompetisi tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga melatih kedisiplinan, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, serta kepercayaan diri.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman dan karakter yang kuat. Menang atau kalah dalam sebuah pertandingan adalah bagian dari proses. Yang terpenting adalah mereka mau berlatih, disiplin, sportif, dan terus berusaha memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Siswa-siswi dan seluruh warga SMPN 3 Mojoagung saat menerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH). (Istimewa)

Di tengah keberhasilan di bidang olahraga, SMPN 3 Mojoagung juga terus mempertahankan komitmennya sebagai sekolah berwawasan lingkungan melalui program Adiwiyata Mandiri.

Komitmen tersebut semakin terlihat ketika sekolah menghadapi kondisi cuaca kemarau ekstrem yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan tanaman dan ekosistem di lingkungan sekolah. Seluruh warga sekolah secara bersama-sama melakukan berbagai langkah untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan asri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan penyiraman dan penyiangan tanaman secara rutin setiap hari. Kegiatan tersebut melibatkan warga sekolah sebagai bagian dari penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).

Bagi SMPN 3 Mojoagung, PRLH bukan sekadar program, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan dan budaya warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan.

“Prestasi dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan bersama. Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Karena itu, budaya menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan mempertahankan lingkungan sekolah agar tetap hijau menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah,” jelas Zainul Arifin.

Upaya tersebut membuat lingkungan SMPN 3 Mojoagung tetap terjaga kehijauannya meski berada di tengah tantangan musim kemarau. Tanaman-tanaman sekolah dirawat secara rutin sehingga lingkungan sekolah tetap asri, nyaman, dan dipenuhi bunga yang terus bermekaran.

Ia menambahkan, keberhasilan mempertahankan lingkungan sekolah juga tidak terlepas dari keterlibatan aktif seluruh warga sekolah.

“Adiwiyata bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana perilaku ramah lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari. Kami ingin budaya tersebut terus tumbuh dan menjadi karakter seluruh warga SMPN 3 Mojoagung,” tandasnya.

Menurutnya, rangkaian prestasi di ajang PORKAB serta konsistensi menjalankan program Adiwiyata Mandiri tersebut menjadi gambaran bahwa SMPN 3 Mojoagung tidak hanya berfokus pada capaian akademik.

“Sekolah juga terus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat olahraga sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar