Advertorial

SMPN 2 Mojoagung Panen Prestasi

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Ada yang menarik dari halaman SMPN 2 Mojoagung. Puluhan pohon kelengkeng tumbuh subur di lingkungan sekolah. Daunnya hijau, batangnya mulai membesar, dan seluruhnya dirawat dengan penuh perhatian. Kini, warga sekolah tinggal menunggu satu hal, pohon-pohon itu berbuah.

Namun, sembari menunggu buah kelengkeng benar-benar bisa dipanen, SMPN 2 Mojoagung yang beralamat di Jalan Raya Janti No.2, Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tersebut justru telah lebih dulu menikmati ‘buah’ dari proses panjang yang mereka tanam dan rawat, yakni prestasi para siswa.

Kepala SMPN 2 Mojoagung, Sugeng Wibowo, mengatakan semangat tersebut menjadi bagian dari identitas sekolah yang mengusung slogan Bersih, Ijo, Prestasi dan Literasi (BERHASIL).

“lingkungan yang bersih dan hijau tidak hanya menjadi pelengkap suasana belajar. Lebih dari itu, lingkungan sekolah diharapkan ikut membentuk kebiasaan positif dan mendorong siswa untuk berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.

Pohon kelengkeng yang tumbuh di lingkungan sekolah pun seolah menjadi simbol dari proses tersebut. Ada proses menanam, merawat, dan menunggu hingga akhirnya menghasilkan buah.

Dan untuk urusan prestasi, hasilnya mulai terlihat. Dalam beberapa bulan terakhir, siswa-siswi Spadama, sebutan lain SMPN 2 Mojoagung tersebut berhasil membawa pulang sejumlah trofi dari berbagai ajang olahraga, mulai tingkat Kabupaten Jombang hingga Jawa Timur.

Siswa-siswi SMPN 2 Mojoagung yang berprestasi. (Istimewa)

Di tingkat Jawa Timur, atlet muda Spadama, Aizah Muslimasari, berhasil meraih Juara 1 Lempar Lembing Putri dalam Kejuaraan Youth and Kids Atletik se-Jawa Timur.

Prestasi lainnya datang dari cabang panjat tebing dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Jombang. Pada kategori putra, M. Farel Aminudin meraih Juara 1, sedangkan Raffi Nur Huda menjadi Juara 2. Pada kategori putri, Citra berhasil mengamankan Juara 1.

Dari arena pencak silat, empat siswa Spadama juga berhasil membawa pulang gelar juara dalam Jombang Open yang berlangsung 16–18 Agustus 2026.

Mereka adalah Amira Zayyan yang meraih Juara 2 Seni Solo Creative, Nur Rohma Hariono Juara 3 Tanding Pra-Remaja Kelas H, Heavani Aprillia Juara 3 Tanding Pra-Remaja Kelas A, serta Siti Fina Jannatunikmah yang meraih Juara 3 Seni Tunggal Kosong.

Koleksi prestasi kemudian bertambah dari cabang karate. Dalam pertandingan PORKAB yang digelar 12 September 2026, Fauzara Chayra Fitria Rabani sukses meraih Juara 2 Karate Kata Perorangan.

Teranyar, tim Bola Voli Putri SMPN 2 Mojoagung berhasil menduduki Juara 2 POPKAB V yang berlangsung hingga 25 September 2026.

Siwa-siswi SMPN 2 Mojoagung yang sedang belajar di bawah pohon kelengkeng. (Istimewa)

Bagi Sugeng Wibowo, deretan capaian tersebut bukan sekadar jumlah trofi yang memenuhi lemari sekolah. Di balik setiap medali terdapat proses latihan, kedisiplinan, pembinaan, sekaligus keberanian siswa untuk tampil dan berkompetisi.

Karena itu, sekolah memberikan apresiasi kepada para siswa dan pembina yang telah bekerja keras mengembangkan potensi masing-masing.

“Prestasi itu seperti menanam pohon. Tidak bisa langsung memanen. Harus ada proses, dirawat dan dijaga. Anak-anak juga begitu, harus dibimbing dan diberi ruang untuk berkembang,” ujar Sugeng.

Semangat menanam dan merawat itu rupanya tidak berhenti pada bidang olahraga. Spadama juga berusaha membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dalam program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Dari proses tersebut, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menghasilkan karya. Salah satunya berupa antologi puisi dan cerpen. Bahkan, sekolah menargetkan setiap tahun atau setiap angkatan dapat menghasilkan satu buku.

Dengan demikian, ‘buah’ pendidikan di Spadama tidak hanya berbentuk medali dan piala. Ada pula karya yang lahir dari gagasan dan kreativitas para siswa.

Di halaman sekolah, pohon-pohon kelengkeng itu masih terus tumbuh. Buahnya belum seluruhnya terlihat. Tetapi sekolah telah menunjukkan bahwa proses menanam dan merawat sesuatu dengan konsisten pada akhirnya akan menghasilkan.

Hari ini, buah itu hadir dalam bentuk prestasi olahraga dan karya literasi. Besok, bisa jadi muncul dalam bentuk lain. Sebab bagi Spadama, menjadi sekolah yang BERHASIL bukan hanya tentang lingkungan yang bersih dan hijau, tetapi juga tentang bagaimana setiap siswa diberi kesempatan untuk tumbuh, berprestasi, berkarya, dan menemukan potensinya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar