Advertorial

SMPN 1 Kesamben Jombang Gelar MPLS Bertema Ramah: Tanpa Kekerasan, Tanamkan Pendidikan Berkarakter

KESAMBEN, KabarJombang.com – SMP Negeri 1 Kesamben menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari, mulai Senin (14/7/2025) hingga Jumat (18/7/2025). Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jl. Taman Siswa 3, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Kepala SMPN 1 Kesamben, Irawan Budi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan MPLS dibuka secara resmi oleh Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Muktar, M.Pd sebagai Pembina Upacara Pembukaan MPLS di SMPN 1 Kesamben. Dalam momen simbolis, pelepasan balon ke udara turut dilakukan sebagai harapan agar para siswa baru dapat menggapai cita-cita setinggi langit.

“Balon yang terbang tinggi menjadi simbol bahwa anak-anak kami kelak mampu meraih cita-cita setinggi langit,” ujar Irawan Selasa (15/7/2025).

Sebelum MPLS dimulai, pihak sekolah telah mengadakan kegiatan Bridging Course (BC) pada Kamis dan Jumat sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa baru dengan materi dasar pelajaran sebelum memasuki tahun ajaran baru.

MPLS tahun ini mengusung tema “MPLS Ramah”, yang menekankan pendekatan tanpa kekerasan, tanpa perpeloncoan, dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang penuh empati dan saling menghargai.

“Peserta dikenalkan dengan budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai ramah-tamah, saling menghormati, dan menjauhi kekerasan. Ini mencerminkan karakter Sekolah kami,” jelas Irawan.

Ketua Panitia MPLS sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Supaat, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung intensif selama lima hari, dan ditutup dengan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang dimulai pada Jumat sore.

“Setelah jam 10.00 WIB di hari Jumat, siswa dipulangkan sementara, lalu kembali pukul 15.00 WIB untuk mengikuti Perjusa,” terang Supaat.

Sebanyak 224 siswa baru mengikuti MPLS tahun ini. Setiap hari diawali dengan senam pagi bertema “Senam Anak Indonesia Hebat”, sesuai panduan dari Kementerian Pendidikan. Setelah itu, siswa mengikuti berbagai sesi materi edukatif di aula sekolah.

Pada hari pertama, siswa dikenalkan dengan materi Wawasan Wiyata Mandala yang meliputi visi-misi sekolah, program-program unggulan, serta tata tertib. Disusul dengan sesi Kesepakatan Positif, di mana siswa diajak menyusun aturan kelas secara partisipatif.

Hari-hari berikutnya, kegiatan senam rutin tetap dilaksanakan setiap pagi. Supaat menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membangun semangat dan kesehatan siswa sejak dini.

“Jam 7 pagi siswa sudah bersiap senam, dan jam 8 mereka masuk aula untuk menerima materi,” ujarnya.

Selain guru, pihak sekolah juga melibatkan pengurus OSIS untuk mendampingi dan membimbing siswa baru. OSIS bertugas mencatat presensi, memberi arahan, serta memperkenalkan fasilitas sekolah. Mereka juga diwanti-wanti untuk tidak melakukan tindakan intimidatif.

“Kami tekankan kepada OSIS agar bersikap ramah dan tidak melakukan perpeloncoan atau perundungan. Ini sejalan dengan tema MPLS Ramah,” tegas Supaat.

Tak hanya untuk siswa baru, kegiatan MPLS juga melibatkan siswa kelas 8 dan 9. Hari pertama siswa kelas 8 mendapatkan sosialisasi dari Polsek Kesamben mengenai kenakalan remaja dan bahaya narkoba. Sementara siswa kelas 9 mengikuti pelatihan baris-berbaris yang dipandu oleh anggota Koramil setempat. Pada hari kedua, kegiatan untuk siswa kelas 8 pelatihan baris-berbaris dan kelas 9 mendapatkan sosialisasi.

Materi MPLS untuk siswa baru juga menyentuh isu-isu aktual seperti bahaya judi online, kenakalan remaja, hingga pernikahan dini, yang tengah menjadi perhatian di era digital saat ini.

Supaat menegaskan, nilai utama yang ingin ditanamkan adalah sikap saling menghormati dan peduli antar sesama.

“Kami ingin siswa paham pentingnya saling menghargai, menjauhi perundungan, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif,” tambahnya.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan MPLS, seluruh kegiatan diawasi langsung oleh para Wakil Kepala Sekolah dan staf Kaur Kesiswaan. Sekolah juga menyediakan kanal pengaduan jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai prinsip ramah dan aman.

“Kami terus memantau kegiatan di aula dan kelas. Jika ada kejadian yang tidak diinginkan, siswa sudah diarahkan untuk segera melapor,” tutup Supaat.

Kepala Sekolah Irawan berharap melalui MPLS ini, siswa baru bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan serta budaya sekolah, sehingga siap mengikuti proses belajar-mengajar secara optimal.

Leave a Comment
Share
Published by
MG-2