Advertorial

SMP Negeri 1 Peterongan Jombang Torehkan Segudang Prestasi dan Raih Predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri

PETERONGAN, KabarJombang.com – SMP Negeri 1 Peterongan yang berlokasi di Jalan Veteran, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu sekolah menengah pertama terbaik di wilayah tersebut. Sejak didirikan pada 21 Mei 1984, sekolah ini terus berkembang dan kini berdiri megah di atas lahan seluas 13.270 m².

Dipimpin oleh Kepala Sekolah Makhshushotin, S.Pd., SMPN 1 Peterongan tak hanya unggul dalam bidang akademik, namun juga menjadi teladan dalam kepedulian terhadap lingkungan. Terbukti, pada tahun 2023 lalu, sekolah ini sukses meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Ini melengkapi deretan prestasi sebelumnya, yakni Adiwiyata Kabupaten (2013), Adiwiyata Provinsi (2015), dan Adiwiyata Nasional (2017).

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah. Kami konsisten membangun budaya peduli lingkungan di semua lini,” ungkapnya kepada Kabarjombang.com.

Tak hanya itu, dari sisi mutu pendidikan, SMPN 1 Peterongan telah mengantongi akreditasi A berdasarkan SK Nomor 087/BAN-PDM/SK/2024 tertanggal 30 April 2024. Hal ini mencerminkan komitmen kuat sekolah dalam memberikan pendidikan berkualitas.

Prestasi Peserta Didik Gemilang

Dalam dua tahun terakhir, para siswa SMPN 1 Peterongan menunjukkan prestasi gemilang di berbagai ajang, baik akademik maupun non-akademik. Tercatat puluhan medali dan penghargaan telah diboyong dari kompetisi tingkat kabupaten hingga provinsi.

Beberapa di antaranya yakni:

* Nayra Vlory Jasqilka dan timnya meraih Juara 3 Kejuaraan Bola Basket KU 12 & KU 14.
* Dwi Hidayati Toyyibah, Juara 1 Pencak Silat Bupati Cup.
* Aqilah Yusriyyah Naifah A, menyabet berbagai medali emas di cabang renang dalam berbagai kejuaraan.
* Gema Anugerah Bintang Duta S.P., Juara di berbagai turnamen karate.
* Nazuar Prasista Iksa Hidayat, Juara 1 Kejurda Atletik 2024 nomor lempar lembing putra.
* Tim Sepak Bola dan Takraw SMPN 1 Peterongan, berhasil menembus tiga besar dalam POPKAB 2024.
* Tim Paskibra, sukses menjadi Juara 1 dalam Lomba Piala Panglima TNI dan beberapa ajang prestisius tingkat provinsi.

Secara keseluruhan, lebih dari 35 penghargaan telah diraih siswa SMPN 1 Peterongan dari tahun 2022 hingga 2025.

Budaya Positif dan Peraturan Sekolah

SMPN 1 Peterongan juga membentuk karakter siswa dengan berbagai budaya positif, seperti:

* Gerakan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun)
* Literasi Alqur’an sebelum bel masuk
* Literasi pagi (Juz Amma, buku bacaan, lagu wajib dan Pancasila)
* Kegiatan tematik setiap Jumat seperti Jumat Religi (JuGi ISHoMa) , Jumat Bersih (JuSi DuliNan), Jum’at Ceria (JuRia MaMa) dan Jumat Sehat (JuSe BaMa)
* Membawa bekal sehat dan tumbler untuk mendukung Adiwiyata Mandiri

Sekolah ini juga menerapkan disiplin tinggi dengan sejumlah aturan dan kesepakatan seperti:

* Sekolah ramah anak, anti kekerasan, dan anti bullying
* Larangan membawa sepeda listrik dan membatasi penggunaan gawai di luar pelajaran.

Aktivitas Ekstrakurikuler Lengkap

Untuk mendukung minat dan bakat siswa, SMPN 1 Peterongan menyediakan lebih dari 13 kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya:

*Pramuka, Paskibra, PMR, Sepak Bola, Bola Voli, Sepak Takraw
*Pencak Silat, OSN, Tari, Banjari, Paduan Suara, dan Pickle Ball.

Kepala Sekolah Baru SMPN 1 Peterongan Ajak Semua Guru dan Staf Terlibat Aktif

Meskipun baru pertama kali dipercaya menjadi Kepala Sekolah, Makhshushotin, S.Pd., menunjukkan semangat dan komitmen tinggi dalam memimpin SMPN 1 Peterongan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Forum MGBK SMP Kabupaten Jombang dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan di SMPN 1 Kesamben, serta pernah pula bertugas di bidang Humas dan Kurikulum.

“Saya diberi amanah menjabat di SMPN 1 Peterongan ini. Harapan saya, semua guru maupun staf bisa dilibatkan dan diberi kesempatan. Semua orang mempunyai potensi, mungkin selama ini mereka belum memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuannya,” ungkapnya.

 

Makhshushotin menyampaikan bahwa tantangan awal yang ia hadapi adalah ketidakteraturan dalam penyelenggaraan kegiatan sekolah. “Dulu, setiap ada kegiatan cenderung dadakan, belum terkonsep dan tidak terstruktur, tinggal tunjuk saja dan belum ada koordinasi yang jelas. Sekarang, sejak awal tahun ajaran, disusun kepanitiaan kegiatan satu tahun di tahun ajaran baru. Jadi, ketika ada kegiatan, tim sudah siap,” jelasnya.

Ia juga mengaktifkan kembali media sosial sekolah yang sebelumnya belum berjalan optimal. “Saya melihat banyak potensi luar biasa dari para guru, hanya saja belum terfasilitasi dan belum terbentuk kerja sama secara baik. Guru-guru muda juga sebelumnya masih ada rasa malu untuk terlibat dalam kegiatan, maka dari itu sekarang diupayakan semuanya berpartisipasi aktif sehingga tidak ada kesenjangan, baik guru ASN, GTT, maupun staf lain. Sekolah ini milik kita bersama,” tambahnya.

 

Terkait tantangan sebagai kepala sekolah baru, Makhshushotin mengakui bahwa tidak semua ide dan pola pikir langsung diterima. Namun, ia lebih memilih pendekatan persuasif daripada instruksi langsung. “Alhamdulillah, di SMPN 1 Peterongan kerja samanya sudah terbentuk dengan baik. Kata teman-teman guru, suasana sekolah sekarang sudah berbeda, lebih kompak, dan anak-anak juga sekarang merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab terhadap keterlangsungan program-program yang ada di sekolah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya perubahan, ia juga memimpin review visi dan misi sekolah.
Visi SMPN 1 Peterongan kini adalah:
“Unggul dalam Prestasi, IMTAQ, IPTEK, Berbudaya Literasi, Kolaborasi, dan Peduli Lingkungan.”

“Ini adalah bentuk kolaborasi bersama, dan saya percaya perubahan besar bisa terjadi jika semua pihak merasa memiliki program dan terlibat dalam setiap kegiatan,” tutupnya.

SMPN 1 Peterongan Gelar Kegiatan Jumat Ceria dan Screening Kesehatan untuk Siswa Kelas 7, selain itu juga menggelar kegiatan sosialisasi Kesehatan reproduksi remaja untuk siswa kelas 8 bekerjasama dengan tim dari puskesmas, dan pada hari yang sama siswa putri kelas 9 juga mendapatkan vaksinasi HPV oleh tim dari puskesmas.

Sementara itu SMP Negeri 1 Peterongan menggelar kegiatan “Jumat Ceria” yang dirangkaikan dengan pelaksanaan screening kesehatan atau CKG (Cek Kesehatan Gratis) untuk siswa kelas 7. Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali guna memantau kondisi kesehatan siswa secara menyeluruh.

“Untuk kali ini, CKG dilakukan khusus untuk siswa kelas 7 terlebih dahulu. Pemeriksaan meliputi cek kebugaran yang dilaksanakan oleh guru PJOK melalui tes lari sejauh 1600 meter. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan mata, kesehatan mulut, telinga, serta tes darah,” jelas Raras Lusianisita, S.Pd., selaku tim guru UKS SMPN 1 Peterongan.

Sementara itu, untuk siswa kelas 8 dan 9, kegiatan terbatas pada pengisian formulir screening awal terkait riwayat kesehatan, seperti pernah mengalami batuk, pilek, diabetes, dan lainnya. Seluruh proses pemeriksaan ini dilakukan oleh tim dari Puskesmas Peterongan.

Di sisi lain, kegiatan Jumat Ceria turut memeriahkan suasana sekolah. Anti Qurrota A’yuni, S.Pd.Gr., selaku juri dari tim “Juria MaMa”, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan berbagai permainan edukatif (game edukasi), dilanjutkan dengan kegiatan makan bersama antar siswa dan guru.

“JuRia MaMa” merupakan kepanjangan dari Jumat Ceria Makan Bersama. Selain membuat suasana sekolah lebih menyenangkan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara siswa dan guru. Harapannya, kegiatan Jumat Ceria dapat terus dilaksanakan dengan variasi kegiatan yang lebih menarik dan edukatif di masa mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang sehat, ceria, dan harmonis, serta mempererat hubungan sosial di lingkungan sekolah.

Leave a Comment
Share
Published by
Slamet Wiyoto