JOMBANG, KabarJombang.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Ngusikan yang beralamat di Jalan Seco Mulyo, Desa/Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, kembali menunjukkan kualitasnya dalam mencetak siswa-siswi berprestasi, khususnya di bidang non-akademik.
Salah satu siswinya, Avi putri fatimatuz zahra, yang akrab dipanggil Avi sukses mengharumkan nama sekolah dan daerah dengan meraih gelar Putri Pelajar Intelijensia II dalam ajang nasional Putra Putri Pelajar Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta pada akhir Juni lalu.
Ajang ini diikuti oleh pelajar dari berbagai penjuru nusantara, dengan tahapan seleksi yang ketat. Avi mengawali perjalanannya dari seleksi tingkat Jawa Timur untuk tingkat SMP, yakni Putra Putri Sekolah Jawa Timur, yang mempertemukan siswa-siswi berprestasi dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Ia melewati seleksi tulis online, karantina dua hari di Surabaya, dan sesi pembekalan intensif mulai dari table manner, public speaking, makeup, hingga deep interview.
“Advokasi saya fokus pada pendidikan untuk anak-anak dengan keterbatasan. Alhamdulillah, advokasi ini mengantar saya ke Top 6, dan setelah melalui sesi pidato dan Q&A, saya berhasil masuk Top 3 dan terpilih sebagai runner-up,” ujar Avi saat ditemui pada Rabu (30/7/2025).
Kepala SMP Negeri Ngusikan, Sanuriyawati, menyampaikan bahwa pihak sekolah selalu terbuka dan mendukung siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang, baik akademik maupun non-akademik. Menurutnya, pengembangan potensi siswa tidak hanya terbatas pada nilai di kelas, tetapi juga pada karakter, semangat juang, dan kepercayaan diri.
“Anak-anak kita punya banyak potensi, hanya perlu dikenali dan didampingi dan peran guru serta orang tua di sini sangat penting,” ujar Sanuriyawati.
Setelah sukses di ajang nasional, Avi masih terus mengembangkan diri. Ia kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi Duta Batik kota Mojokerto dan baru-baru ini meraih juara 3 (runner-up 2) di ajang Duta Coklat Majapahit.
“Avi membuktikan bahwa prestasi tidak hanya milik sekolah besar di kota. Dengan kemauan belajar, kerja keras, dan bimbingan yang tepat, anak-anak dari manapun bisa bersaing di level nasional,” pungkas Sanuriyawati.
Avi kemudian melaju ke tingkat nasional. Kegiatan nasional berlangsung di berbagai tempat bergengsi, termasuk Institut Pariwisata Trisakti Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Universitas Indonesia, hingga grand final di Bandung.
Dalam sesi wawancara nasional, Avi menyoroti potensi pariwisata Kabupaten Jombang, termasuk situs sejarah dan budaya. Ia mengenakan kostum nasional khas Jombang, “Jombang Deles”, yang mencuri perhatian para juri.
“Alhamdulillah, dari ajang nasional ini saya dinobatkan sebagai Putri Pelajar Intelijensia II tahun 2025,” ungkapnya dengan rasa bangga.
Selain aktif di ajang pelajar, Avi juga menjadi runner-up 2 dalam ajang Duta Coklat Majapahit Kabupaten Mojokerto, dan saat ini bersiap mengikuti seleksi Duta Batik kota Mojokerto. Semangatnya dalam mengikuti berbagai lomba didukung penuh oleh pihak sekolah dan orang tua.
Sanuriyawati dan para guru memberikan dukungan luar biasa, termasuk pendampingan dari guru pembimbing, Pak Lukman Hidayat. “Pak Lukman mendampingi total, mulai dari proses seleksi hingga keberangkatan ke Jakarta. Ini menjadi bukti pentingnya peran guru dalam membimbing potensi siswa,” jelas Sanuriyawati.
Prestasi Avi menjadi pemantik semangat bagi siswa lain. Ia bahkan sering diminta berbagi cerita oleh adik kelas dan teman-temannya. “Teman-teman ada yang tanya, ada yang malu-malu. Tapi saya senang bisa menginspirasi mereka,” tutur Avi.
Pihak sekolah juga menekankan pentingnya membaca peluang dan memberi ruang untuk siswa berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Kami selalu berusaha mendukung siswa, apapun potensi yang ada pada diri siswa, akan kami dampingi dan sukung sepenuhnya,” terang Sanuriyawati.
Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, siswa di daerah pun bisa bersaing di tingkat nasional. Semangat, kerja keras, serta kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi.
Leave a Comment